Rata-rata Usia Blog di Indonesia Dua Tahun

Kabar  Tagged , , No Comments »

Berdasarkan Survei Blogger Indonesia oleh perusahaan konsultan kehumasan IndoPacific Edelman dan komunitas blogger Blogfam, rata-rata responden -blogger di Indonesia- berhenti nge-blog setelah dua tahun. Survei itu tidak memberitahukan alasannya. Survei diadakan sejak akhir 2008 hingga awal 2009 dan diikuti lebih dari 200 blogger. Hal tersebut pernah diulas di Koran Tempo edisi 82, Sabtu, 16 Mei 2009.

Biarpun saya tidak ikut survei itu, ternyata blog saya di friendster ini juga tidak aktif lagi setelah dua tahun. Tulisan pertama yang merupakan kata pembuka blog ini tertanggal 21 Februari 2007. Sekian hari kemudian tulisan berjudul ’Teman Bicara’ menjadi materi keduanya. Sehabis itu, secara cukup rutin blog ini terus-menerus bertambah materinya dan ada yang membacanya, meski segelintir orang saja.

Setelah 1 Februari 2009 atau hampir tepat dua tahun kemudian, blog ini hampir tidak pernah lagi saya kembangkan. Sepanjang Februari hingga Mei 2009, hanya tiga buah tulisan baru yang terpajang. Ada sejumlah alasan mengapa hal itu bisa terjadi. Pertama, sejak Februari itu saya sudah jarang membuka friendster karena baru memiliki akun di facebook. Kedua, saya kemudian lebih banyak menulis catatan di facebook. Di tempat baru itu saya bisa memilih teman untuk membaca tulisan saya, jadi rasanya lebih menyenangkan dan sangat memotivasi untuk terus menulis lagi. Ketiga, sudah ada sebuah blog lain yang eksistensinya lebih terjaga, yaitu di loushevaon7.wordpress.com yang relatif lebih konseptual dalam proses pengembangannya. Pada sisi lain, saya juga memiliki sebuah blog pribadi di multiply dan tiga blog -dengan tema khusus- di blogger, namun nasibnya hampir serupa dengan blog di friendster ini. Bahkan usianya belum ada yang sampai dua tahun. Ada proses yang lebih memerlukan kesabaran ketika meng-update atau meng-upload data di tempat itu, jadi rada malas mengelolanya. Memang tidak mudah merawat blog, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu. Rasanya sudah cukup jika ada satu blog pribadi saja yang tetap eksis dan semoga panjang umurlah dia. Setelah tulisan ini, bisa jadi blog ini tidak bertambah lagi materinya, entah hingga kapan.

Salam,

Luhur Satya Pambudi

Asa Sahaja Seorang Lajang

Curhat, Puisi No Comments »

Semoga tahun ini dapat kualami melangkah

berdua bersama perempuan yang kucintai

Bersama kami mengisi waktu dengan

bermakna dan menjelmakan bahagia

Ketika rasanya kesepian di rumah, dapat aku

sekadar sms-an dengannya atau kuajak

bicara di telepon, jika saja aku tak sempat

mengunjunginya dan mengajaknya makan enak

Aku ingin ada yang menemaniku ketika pentas

mengiringi anak-anak atau menghadiri pertunjukan,

nonton film maupun pameran, apa sekadar

ke toko buku (siapa tahu ada tulisanku lagi)

Aku mau banyak hal bisa kami diskusikan

dengan cinta kasih sayang

Dan aku berharap dia bersedia kunikahi nanti

Semoga aku tak akan salah memilihnya,

sementara aku adalah pilihan tepat baginya

Ya Allah, itulah sepercik doa dan asa hamba

Mohon tunjukkan jalan terbaik mana yang

mesti hamba tempuh

Allahuma amin…

090109

(kala sepi menyapa)

Ketika Langit Malam Tampak Istimewa di Yogyakarta

Kabar No Comments »

Semula tiada niatku melihat apa yang terhampar di langit tadi malam. Namun bersama saudara-saudaraku tercinta, justru tampaklah pemandangan yang tak biasa di indra pandang kami semua. Rembulan menjelang purnama -yang sedang tak begitu terang cahayanya- laksana berada persis di tengah-tengah cincin raksasa yang serupa awan, karena putih warnanya. Ternyata di antara kami tiada yang mengerti apa yang sedang terjadi, bahkan namanya apa juga tak tahu. Yang terang, riang hati kami semua memandang dan mengagumi indahnya langit malam. Dalam hati aku bersyukur memuji asma-Nya.

Aku tak yakin banyak orang yang seberuntung kami menikmati salah satu mahakarya Ilahi itu. Maka kukabari sejumlah teman, sekadar ingin berbagi sukacita. ”Coba lihat bulan malam ini, ada fenomena unik,” begitu bunyi pesanku. Seorang teman langsung meneleponku, tak terjawab, jadi langsung kutelepon balik. Kutanya apakah itu, menurutnya hal itu fenomena alam biasa, seperti juga pelangi. Ada teori fisika yang bisa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi, tapi mohon maaf, aku tidak paham pelajaran itu, Mas…hahaha… Tapi dengan bijak dia berpesan supaya aku memerhatikan fenomena itu dan pasti ada sesuatu yang lain yang akan terlihat. Semoga beliau bisa menjelaskannya lebih gamblang setelah membaca tulisanku ini.

Temanku yang lain merespons bahwa dia telah melihatnya dan merasakan indahnya pula. Sama denganku, dia juga belum pernah menjumpainya, meski kata temannya biasa kalau pas musim hujan. Bahkan dia ikut mengumumkan apa yang dilihatnya ke banyak orang. Sayang, mereka yang di luar Jogja tidak mengalami langit malam yang cerah ceria. Sayangnya lagi, temanku yang lain juga tidak bisa turut menyaksikan wajah rupawan sang malam.

Temanku tadi lalu bercerita bahwa menurut mbah depan rumahnya, biasanya Sultan akan memberitahu sebuah hal penting atau Indonesia bakal dapat pemimpin yang bisa mengayomi rakyat. Tapi apa hubungannya ya?

Kata Paulo Coelho, segala sesuatu di dunia adalah pertanda. Dan kita harus menanggapi pertanda. Barangkali sekadar pertanda bahwa masih banyak karunia alam-Nya yang kita ternyata belum tahu, lalu bersyukurlah kita menanggapinya. Tapi mungkin saja ada pertanda lainnya, seperti kata orang tua yang melihat peristiwa itu dengan mata hati dan jiwanya. Satu lagi kata Coelho, ternyata hal-hal sederhana dalam hidup memang paling luar biasa. Hanya orang bijak yang dapat memahaminya. Yah, semoga kita semua dapat menjadi orang-orang yang bijaksana.

Terima kasih bagi saudara-saudara yang menemaniku dan teman-teman yang merespons pesanku semalam, juga bagi para pembaca tulisan bersahajaku ini.

Yogyakarta, 8 April 2009

Tidak Ada

hikmah  Tagged , , , , , , , , No Comments »

Tidak ada baiknya ucapan tanpa pengamalan.

Tidak ada baiknya pengetahuan tanpa ketakwaan.

Tidak ada baiknya harta tanpa kedermawanan.

Tidak ada baiknya hidup tanpa perjuangan.

Tidak ada kebaikan dalam pemborosan.

Tidak ada pemborosan dalam kebaikan.

Tidak ada kehormatan tanpa moral.

Tidak ada persahabatan tanpa kesetiaan.

Tidak ada yang lebih lezat daripada afiat/sehat.

Tidak ada yang lebih berat daripada hutang.

Tidak ada yang lebih berharga daripada kehormatan.

(M.Quraish Shihab – Yang Sarat & Yang Bijak)

Tanpa Puisi

Curhat  Tagged , , No Comments »

Sebulan lalu tak kusuratkan apa pun ketika tepat dua tahun berlalu sejak wafatnya Ibunda. Berbeda dengan setahun silam yang sempat kujadikan puisi ‘Sebatas 16’ demi mengenang kepergian selamanya perempuan tersayangku. Tentu bukan maksudku untuk tak mengingat lagi sosok Ibu, namun barangkali sudah biasa saja rasanya setelah dua tahun menjalani waktu tanpa dirinya lagi di dunia ini.

Tetap terlalu banyak kenangan tentang Ibu yang tak mungkin terhapus dari benak dan kalbuku. Dan tatkala kudengarkan lagu ‘Satu Rindu’ seraya ikut menyanyikan lirik ‘terbayang satu wajah penuh cinta, penuh kasih … terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan…’ pecah lagi kantung air mataku…

Ya Allah, semoga Ibu hamba baik-baik saja di alam sana dan semoga hamba mampu menjadi anak shalih bagi dirinya. Amin…

(1 Februari 2009)

Karunia Bulan Pertama

Kabar  Tagged , , , , , , , 4 Comments »

Kendati tetap masih ada hal buruk serta kekurangan banyak kulakukan (yah, namanya juga manusia biasa), tetap tak kulupa untuk mensyukuri segala yang ada. Kurasakan betul karunia kasih sayang-Nya ketika cerpenku ada yang dimuat di majalah lagi. Lalu di pekan berikutnya ada dua opiniku yang dimuat di tabloid sport terbitan Jakarta, BOLA dan SOCCER. Oya, sebelumnya sebuah tulisanku menjadi salah satu pemenang sebuah kontes menulis di situs bolanova.com.

Kunikmati perjumpaanku dengan saudara-saudara terdekat, kerabat, tetangga, sahabat, teman-teman lama dan baruku, juga dengan anak-anak AFC. Setelah Desember lalu aku dan koor anak-anak AFC pentas di Malioboro Mall, maka Januari ini kami tampil di Saphir Square. Paling tidak kami bisa menambah pengalamanlah.

Satu kejutan menyenangkan adalah bertemunya aku lagi dengan seseorang yang -di masa bocahnya- pernah berani bermanja-manja kepadaku. Memang aku hanya menemukan profilnya di friendster dan facebook, tapi lantas terjalin komunikasi lagi yang sekian tahun telah terputus. Bocah itu kini telah menjelma menjadi seorang gadis muda yang cantik dan lucu. Aku tak yakin dia masih mau bersikap seperti dulu, sekiranya kami bersua lagi nanti. Minimal kini kami sudah menyambung silaturahmi kembali. Oya, sekarang aku pun sudah ikut facebook dan sudah ketemu beberapa kenalan. Satu hal yang juga layak dicatat : aku telah mencoba memasak nasi goreng sendiri. Dua kali sudah kulakukan itu atas dasar nekad, karena tanpa buku resep dan seseorang yang membimbing di sampingku. Syukurlah masih bisa kumakan, walau yang pertama keasinan, sedang yang kedua sudah relatif enak rasanya. Lain waktu akan kucoba masak lagi, siapa tahu aku berbakat jadi koki. Hahaha…

My Happy Sunday

Kabar  Tagged , , , , No Comments »

11 Januari 2009

Sehabis sakit kepala melanda, lalu ada sejumlah problema, dan di luar angin kencang melanda selama sekian jam… Akhirnya sejak petang hingga malam ada banyak hal beraroma sukacita. Aku senang bisa bercanda lagi dengan dua adikku dan mendapatkan pelajaran berharga lagi dari pak guru. Lantas kusua kejutan : ada cerpenku ‘Pangeran Cinta Di-mifa’ di Hai edisi terbaru bergambar sampul Slank!

Dengan rasa syukur dan bahagia aku pulang sebentar, lantas beranjak ke rumah kakakku. Tiba di tujuan langsung kubagi kerianganku dengan kakak-kakak dan para keponakanku. Pastinya keceriaan senantiasa ada bersama saudara-saudaraku tercinta. Aku pun sempat berbagi kabar bahagia via sms dengan sejumlah sahabat dan kerabat dekat (ada pula respons mereka). Alhamdulillahirabbil’alamin…

It’s my happy Sunday, finally. It will be better tomorrow!

Hal Berkesan 2008

Curhat  Tagged , , , , No Comments »

Each moment of the year has its own beauty. (Ralph W. Emerson)

Belum lama berselang telah terjadi lagi pergantian tahun. Tiada salahnya mengenang apa yang berkesan dalam hidupku sepanjang tahun lalu. Selama beberapa pekan aku sempat menjadi bagian dari tim Embun, sehingga berkali-kali aku ke pabrik di luar kota Solo dan sempat dua hari berada di Dieng. Dimuatnya cerpenku di Horison jelas sesuatu yang berharga. Jika sehabis itu belum ada cerpenku yang dimuat di mana pun, aku percaya masalah momentumnya saja yang belum tiba. Bolavaganza berbaik hati memuat tujuh tulisanku dalam enam edisinya sepanjang setahun dan membuatku memiliki hal-hal baru. Buletin Tamtama versi cetak dapat kurilis sembilan edisi dari total 10 nomor terbitan tahun pertamanya. Versi digitalnya pun telah kubuat di wordpress, jadi pembacanya bisa lebih luas. Belum kutahu pasti apakah buletin itu masih akan berlanjut di tahun keduanya atau tidak. Blog pribadiku semakin variatif materinya, termasuk ada lagu dan wallpaper hasil rekaanku sekarang.

Aku senang dapat ketemu lagi dengan begitu banyak teman sekolahku dahulu. Beberapa di antaranya malah sempat dan masih akrab denganku hingga kini. Ada pula teman-teman baru kudapatkan sepanjang 12 bulan itu. Ketika bisa kusapa dan kutemui orang-orang terkenal di bidang seni pun merupakan hal istimewa yang kualami. Sempat ada duka ketika kerabatku (Dik Yuli Wistowo dan Ibu Yati) berpulang ke Rahmatullah.

Kusyukuri senantiasa segala nikmat karunia Ilahi dan kusesali seraya mohon ampunan-Nya atas dosa kesalahanku yang sudah mengotori catatan kehidupanku. Kesalahan masa lalu adalah kebijaksanaan dan keberhasilan masa depan, begitu kata T. Edwards. Insya Allah, di tahun 2009 segala sesuatunya kian apik dan elegan. Amin.

Selamat Tahun Baru.

Sepuluh Tahun Berlalu

Curhat  Tagged , , , , 3 Comments »

Sepuluh tahun telah cepat berlalu. Pada tanggal 6 Desember 1998, dua sejoli yang saling mencintai telah terikat dalam sebuah janji nan suci. Kini mereka sudah dikaruniai tiga orang anak yang pintar dan lucu. Alhamdulillah, sepuluh tahun pertama telah mereka lewati dengan sejuta kisah. Semoga masih bakal panjang lagi umur mereka dan selalu berlimpah rahmat dari Allah swt. Amin.

Pada sepuluh tahun silam itu, untuk pertama kalinya aku menjadi bagian dari sebuah prosesi akad nikah. Sebagai satu-satunya anak lelaki di keluargaku, aku bertugas menggantikan tugas almarhum Bapak untuk menjadi wali nikah kakak perempuanku. Tugasku itu berlanjut di tahun 2000 dan 2001. Pernikahan kakakku di tahun 2000 berakhir di tahun 2003 karena kakakku itu sudah kembali ke haribaan Ilahi. Sementara itu pernikahan di tahun 2001 menghasilkan satu orang keponakanku yang kini duduk di kelas 1 SD.

Masih kuharapkan untuk kembali menjadi bagian dari sebuah akad nikah, namun tentu saja menjadi orang yang dinikahkan, bukan lagi sebagai yang menikahkan. Akan tetap sabar kutunggu hingga tiba saat itu, yang semoga telah kian dekat menjelang. Dan semoga masih cukup waktuku di dunia ini.

Idul Adha Tiga Tahun Terakhir

Kabar  Tagged , , , No Comments »

Ada khasnya masing-masing peristiwa Idul Adha yang kulewati sepanjang tiga tahun terakhir. Dua tahun silam hari raya kurban jatuh pada 31 Desember 2006. Saat itu aku terpaksa absen ikut shalat Ied karena mesti menunggui Ibunda tercinta yang sudah tak berdaya di rumah sakit. Sehari kemudian Ibu pun wafat di saat petang. Jadi itulah lebaran terakhirku bersama Ibu ternyata. Sementara Idul Adha setahun lalu menjadi pengalaman baru dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku ikut sebagai anggota panitia Idul Adha di masjid dekat rumahku. Sejak sekian pekan sebelum hari penyembelihan, aku jadi rada sibuk, sampai beberapa saat sesudahnya karena mesti membuat laporan. Tahun ini aku tidak lagi menjadi anggota panitia. Tapi tetap ada cerita berbeda, yakni ketika menjelang shalat Ied hujan turun. Padahal bumi Jogja sudah cukup lama tak basah oleh hujan. Memang hujannya tidak deras, tapi stabil, dan cukup membasahi halaman tempat jamaah akan melaksanakan shalat. Maka oleh panitia, jamaah dipersilakan menuju masjid terdekat atau memasuki kelas-kelas yang sudah dibuka. Tempat shalat kami merupakan halaman sebuah SD. Aku memilih alternatif kedua dan shalatlah aku di salah satu kelas. Kami mesti mengangkati meja dulu sebelum ikut berjamaah shalat Ied. Syukurlah, kendati saat berjalan pulang hujan lagi, tapi saat tiba penyembelihan hewan kurban, hujan sejenak berhenti selama sekian jam. Selamat Idul Adha 1429 H.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in