Tiga Hal

Uncategorized No Comments »

Tiga
hal

Tiga
hal yang selalu kukatakan dalam hati ketika bersalaman, seraya
mencium tangan Ibu-terutama sehabis sholat berjamaah
bersamanya-adalah mohon maaf atas segala salahku, mohon doa
restu
sebagai apapun diriku, dan terima kasih yang tiada
tara pada Ibu. Aku tak tahu pasti apakah Ibu mendengar kata hatiku
itu. Aku sempat ingin memberitahu Ibu tentang hal itu, tapi ternyata
tak kesampaian hingga akhir hayat Ibu. Meskipun demikian aku yakin,
bahwa Ibu semasa hidupnya senantiasa memaafkanku, mendoakan serta
memberi restu padaku, dan mengerti bahwa aku telah berterima kasih
padanya. Sesungguhnya masih sangat kuingin membuat Ibu bahagia dan
bangga padaku di sisa hidupnya, setelah sekian waktu aku lebih kerap
membuatnya sedih dan kecewa. Tentu saja sudah mustahil kini bagiku.
Tapi aku pasti masih bisa selalu mendoakannya, antara lain seperti
yang tersurat dalam lirik lagu ‘Satu Rindu’ karya Mas Opick di
bawah ini…

Allah,
ijinkanlah aku bahagiakan dia

Meski
dia telah jauh, biarkanlah aku berarti untuk dirinya

Oh
ibu…” 

gagal ginjal

Uncategorized 2 Comments »

Cronic
Renal Failure
, itulah yang tertulis di surat keterangan dokter
sebagai penyakit yang diderita Ibu, sementara Respiratory Arrest
sebagai sebab kematiannya. Aku masih ingat betul di malam terakhir
Ibu di rumah, setelah berjam-jam tak sadarkan diri, Ibu sempat
sejenak membuka matanya, melihat ke arahku lalu kutanya, “Ibu masih
punya semangat hidup ‘kan?” dan Ibu menjawab, “Masih, dong.”
Setelah itu mata Ibu kembali terpejam. Pagi hari selanjutnya Ibu
dibawa ke rumah sakit dalam kondisi amat lemah. Dan setelah 4 hari
dirawat di tempat itu dan gagal menjalani cuci darah, berakhirlah
sudah perjalanan Ibu di dunia. Hasrat hidup yang masih dimiliki Ibu
di sisa kesadarannya ternyata tak mampu menghindarkannya dari
kematian yang sudah menjadi ketetapan-Nya.  Innalillahi wa
innailaihi rojiun.

Fenomena Alam

Uncategorized No Comments »

Fenomena
alam sesungguhnya tak hanya terjadi di Indonesia, seluruh dunia
mengalaminya. Berdasarkan berita di harian Kedaulatan Rakyat edisi
Rabu, 21 Februari 2007, terjadinya pemanasan global menimbulkan
perubahan iklim hebat di hampir seluruh penjuru dunia. Di AS terjadi
badai salju yang terberat dengan ketebalan salju mencapai 300 kaki.
Di Jepang, saat musim dingin justru tidak turun salju dan udaranya
hangat. Di Kathmandu salju turun pertama kalinya dalam kurun waktu 63
tahun.

Buat
kita yang ada di Jogja, gempa 27 Mei 2006 menjadi sebuah kejutan yang
luar biasa. Meski sebelumnya gempa sudah sering terjadi, namun tak
semua orang selalu merasakannya dan nyaris tiada yang rusak. Tapi
beberapa pekan sebelum itu, ada beberapa gejala alam yang aneh dan
rasanya baru pernah terjadi. Pernah pada suatu siang angin berhembus
sangat kencang dan warung makan bertenda di dekat kantor kami
terangkat terpalnya. Syukurlah tak makin kencang angin berhembus,
tapi si penjual langsung menutup dagangannya karena takut terjadi hal
yang lebih buruk. Lantas pada sebuah petang hujan turun sangat deras
dan hingga akhirnya reda, kilat menyambar-nyambar dan suara petir
menggelegar. Dengan serius tapi santai kubilang ke teman-teman di
kantor, “Rasanya sekarang kita kayak nggak lagi di Jogja ya?
Rasanya kita lagi ada di Transylvania.” Selintas kubayangkan
setting tempat tinggal Count Dracula yang selalu digambarkan seperti
yang sedang terjadi saat itu. Teman-teman manggut-manggut sambil
tersenyum mendengar pendapatku saat itu.

Sebelum
gempa yang disusul dengan tsunami yang terjadi di Aceh 26 Desember
2004, apa pernah ada cerita serupa di daerah lainnya?  Sepertinya
memang belum pernah ada yang sedahsyat itu. Dan ternyata sehabis itu,
cerita baru kita dan bencana terus-menerus terjadi hingga kini dan
mungkin bakal sampai selama-lamanya. Yang penting kita jangan lupa
untuk  mohon keselamatan dan perlindungan-Nya senantiasa, apapun yang
terjadi di sekitar kita. Satu lagi, kuingat kata-kata bijak Mang Ebet Kadarusman
: memang baik menjadi orang  penting, tapi lebih penting menjadi
orang baik.

Headline : bad news

Uncategorized No Comments »

Sepertinya
nyaris tiap hari-dalam beberapa pekan terakhir ini-headline koran
yang kita baca di saat pagi adalah berita buruk. Mulai dari hilangnya
pesawat Adam Air, terbaliknya kapal Senopati Nusantara, banjir besar
yang melanda JABODETABEK, angin puting beliung di Jogja dan daerah
lainnya, tanah longsor di berbagai daerah pula, terbakar dan
tenggelamnya kapal Levina I, ancaman badai di laut selatan Jawa,
gempa di Sumatera Barat dan lain-lain, hingga terbakarnya pesawat
Garuda di bandara Adisucipto Yogyakarta. Belum lagi masalah lumpur
Lapindo yang sudah sekian bulan belum ditemukan solusinya dan malah
kian luas dampak negatifnya. Apa yang sebenarnya tengah terjadi di
bumi Nusantara kita ini? Mungkin lirik lagu milik GIGI (album “2×2”
dirilis tahun 1997)di bawah ini bisa sedikit mewakili kegelisahan
kita saat ini.

BUMI
MERINGIS

Cipt
: Armand,Budhy,Budjana

Suara
tangis yang merintih

Tanda
bumi sedang meringis

Langit
merah di atas sana

Kesaksian
alam semesta

 

Jalan
pikiran manusia

Selalu
ada perbedaan

Kekuasaan,
kenistaan

Yang
‘kan jadi malapetaka

 

Hampir
semua tak percaya

Keadaan
yang semestinya

Hingga
hilang ditelan gelap

Dan
matahari pun terlelap

 

Dan
lihatlah wajah mereka

Bagaikan
rasa yang terbuang

 

Hilang…
hampa

Bias
melayang

Hancur…
musnah

Alam
pun murka

mohon maklum

Uncategorized 1 Comment »

Berhubung baru akhir Februari silam kumulai penulisan pertama di tempat ini, jadi mohon dimaklumi jika tulisan di bawah belepotan begitu penampilannya. Aku juga nggak ngerti kok gitu jadinya, gek piye kuwi? Itu baru masalah formil dan belum lagi soal materiil, mungkin belum jelas pula arah tulisanku. Tapi aku bakal tetap terus menulis tentang apapun di sini, sekadar sedikit berbagi boleh ‘kan? Terima kasih kepada semua orang yang sudi membacanya.

Potensi

Uncategorized 1 Comment »

 

 

Minggu(11/3) kemarin ponakanku Iyaz(7 th) nanya ke aku ttg di mana kusimpan komik yg pernah kubuat jaman aku masih kecil. Ibunya habis ngasih tahu dia bhw dulu omnya ini sering bikin komik pas masih bocah. Aku sendiri nggak ngerti di mana komik yg kubuat jaman dulu itu. Aku cuma bisa jelasin ke Iyaz kalo dulu terakhir kulihat di laci lemari depan, ternyata pas kuajak dia ngecek udah nggak ada. Lalu aku ceritain bhw dulu komikku itu –sejauh yg kuingat- ada ceritanya, tapi nggak ada kata-katanya. Aku juga ngomong bhw cerita komikku itu terinspirasi oleh komik Trigan yang dicampur dengan Superman dan ada nama Bifet-Lifet sebagai nama kerajaannya.

Lucu juga mengingat bhw di masa kecilku, ternyata aku sudah membuat cerita lewat komik tanpa kata itu. Jadi kuingat lagi, bhw setiap saat aku bermain dengan mobil-mobilan dan orang-orangan pun selalu ada ceritanya. Sayangnya tidak sejak dulu kusadari bhw aku punya potensi sbg seorang pembuat cerita dan baru sejak tahun 2006 kumulai menulis cerita pendek. Tapi semoga belum telat bagiku untuk memulai hal baru, yang siapa tahu justru adalah jalan hidupku yg lebih apik. Tora Sudiro saja memutuskan untuk memilih menjadi aktor setelah sekian lama kerja kantoran. Masih banyak cerita orang lainnya yg menemukan potensi sejatinya setelah lama mencari.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in