lagu ‘hujan’ dan kerinduan

Uncategorized No Comments »

Rabu malam, masih sendiri belaka aku di rumah, sementara terdengar rintik hujan. Tiba-tiba aku pengen main piano dan temanya adalah lagu-lagu yang mengandung kata ‘hujan’. Lagu pertama, sebuah lagu lawas yang kulupa judulnya, karya Budhe Titiek Puspa, pokoknya yang llirik awalnya “rintik-rintik, hujan rintik-rintik…” . Tapi pas bagian reff kulupa karena memang susah, pindah kunci segala. Jika masih ada Ibu, biasanya beliau selalu nyambung lanjutannya dan jadi lengkaplah lagu itu. Sehabis itu ‘Cintamu Telah Berlalu’ hits Koes Plus yang ngetop lagi lewat alm.Chrisye. Dua lagu itu kumainkan secara instrumentalia. Lantas kubawakan lagu-lagu masa kini sambil nyanyi(tapi lirih, wong aku sadar suaraku nggak bagus), seperti: Setia(Jikustik),Yang Pernah Terlupakan(Iwan Fals), dan Gue Ingin(Super Bejo). Betul kan, semua lagu itu ada hujannya?

Kuingat lagi satu lagu, ‘Satu Rindu’ karya Opick yang merupakan salah satu lagu favoritku di album Semesta Bertasbih. Lagu yang bercerita tentang kerinduan pada ibu itu kunyanyikan dengan penuh penghayatan, eh… tanpa kusadari air mataku menetes sendiri. Wah, ternyata aku cengeng juga ya, hehe… Begitu habis lagu itu, kubiarkan saja air keluar dari mataku sepuasnya. Meski rasanya sudah ikhlas melepasnya pergi, tapi kerinduanku pada Ibu tak mampu kusirnakan dari hati. Aku pun cepat-cepat berdoa, semoga Ibu baik-baik saja di alam sana. Amin.

Semoga bukan sebuah dosa jika aku merasa Ibu masih tetap hidup menurut kata hatiku.

Selagi Dia Ada

Uncategorized No Comments »

Sebuah lagu tahun 80-an dari K3S atau Kelompok 3 Suara yang di masa lalu pernah ngetop dengan lagu ‘Oh Ya’ dan ‘Bohong’. Kali ini ada sebuah lagu mereka yang liriknya masih relevan hingga kini, dipersembahkan bagi mereka yang masih memiliki orang tua di muka bumi ini.

SELAGI DIA ADA

Cipt. K3S(Bagoes AA,Dian Pramana Poetra,Deddy Dhukun)

Tiada terhingga kasih dan sayangnya

Yang tulus tercurah sepanjang masa

Dialah kedua orang tua kita

Yang selalu patut dihargai

Apapun terjadi esok atau nanti

Jangan dilukai perasaannya

Jangan sampai ada tangis penyesalan

Bila dia pergi tutup usia

Selagi dia ada

Buatlah dia bahagia

Selagi dia ada

Jauhkan dia dari lingkar derita

Selagi dia ada

Berilah dia segalanya

Selagi dia ada

Dekati dia agar tetap tersenyum

suka duka silih berganti

Uncategorized 2 Comments »

Innalillahi wa innailaihi rojiun…

Selasa, 17 April 2007, sekitar pukul 01.20 dini hari, nenekku tercinta menghembuskan nafas terakhirnya di salah satu kamar rawat inap RS Fatmawati Jakarta. Rumah sakit yang menjadi tempat kelahiranku itu, ternyata menjadi tempat aku melepas kepergian salah satu perempuan yang paling kusayangi itu untuk selamanya. Baru sekitar 100 hari berlalu sejak wafatnya ibu kandungku, ternyata perempuan yang melahirkan ibuku itu pun menyusul putrinya menghadap Ilahi. Tiada lagi kini para perempuan yang kupanggil ‘Ibu’ dan ‘Eyang Putri’ di dunia ini. Tapi kuyakin pasti bahwa apa yang telah menjadi takdir-Nya merupakan sesuatu yang terbaik untuk mereka dan untukku jua. Amin.

Kamis sore(19/4) kutinggalkan Jakarta dan Jumat pagi(20/4) sampaiku kembali di Jogja. Sendirian aku di rumah karena mbakku yang biasanya tinggal bersamaku sedang menunggui mbakku lainnya yang sedang sakit di rumahnya. Untuk mengusir lelah, kubuka sebuah majalah edisi terbaru yang ada di rumah. Sebuah kejutan menyenangkan kudapatkan, di majalah itu ternyata ada cerpen hasil karyaku ! Alhamdulillah, akhirnya untuk pertama kalinya cerpenku masuk kategori layak muat oleh sebuah media cetak terbitan ibukota, setelah setahun lebih berlalu dan belasan judul telah kukirim puluhan kali.

Terima kasih kuucapkan untuk semua saudara dan banyak temanku yang sudi berdoa dan memberikan dukungan positif padaku selama ini. Tentunya terima kasihku juga untuk almarhumah Ibu dan Eyang Putri yang semasa hidupnya pasti tak pernah lelah mendoakanku. Kebahagiaanku ini semoga dapat mereka rasakan jua di alam sana. Sekarang aku sadar bahwa sebuah jalan baru telah terbuka bagiku dan akan kutapakkan langkahku di jalan itu dengan lebih bersemangat lagi. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi perjalanan hidupku. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

kontroversi sejarah

Uncategorized No Comments »

Sebuah
peristiwa bisa menjadi sesuatu dan memberi kesan yang sangat berbeda
pada orang-orang yang mengalaminya.
Bisa kubilang begitu karena
aku punya pengalaman sendiri. Beberapa tahun lalu aku pernah merasa
begitu bahagia ketika pertama kali bertemu dan berkenalan dengan
seorang perempuan. Tapi di kemudian hari baru kutahu bahwa perempuan
itu justru merasa sebal dan sangat tidak nyaman dengan pertemuan
pertama kami. Ketika peristiwa itu sudah berlalu, yang tersisa
tinggallah kenangan dan menjadi bagian sejarah pribadi dengan versiku
sendiri.

Dalam
konteks yang lebih besar, perbedaan selalu mewarnai penulisan sejarah
kehidupan, termasuk sejarah bangsa Indonesia. Maka menjadi wajar
seandainya selalu ada kontroversi dalam setiap peristiwa yang
menyertai perjalanan hidup bangsa ini. Apalagi pasti ada unsur
subjektivitas dan berbagai kepentingan yang menjadi dasar penulisan
itu.Yang masih segar di ingatan, yaitu diterbitkannya buku tulisan
mantan presiden

Selamat Jalan, Legenda Musik Indonesia

Uncategorized No Comments »

Penggemar musik Indonesia pasti merasa kehilangan atas kepergian selamanya seorang Chrisye pada 30 Maret 2007 lalu. Chrisye bukan sekadar seorang penyanyi biasa dengan begitu banyak lagunya yang terkenal. Chrisye adalah seorang seniman dengan segudang prestasi yang menyandang nama besar, sehingga layak disebut sebagai legenda, yang dengan kerendahan hati, totalitas berkarya, dan kesederhanaannya patut menjadi teladan bagi kita semua. 

Dari puluhan album yang pernah dihasilkannya, aku pernah membeli setidaknya 3 album : Konser Tur Legendary 2001, Dekade, dan Senyawa. Tapi di rumahku masih banyak lagi koleksi album Chrisye lainnya, seperti : Badai Pasti Berlalu(versi original dan versi Erwin Gutawa), Aku Cinta Dia, Hip Hip Hura, AkustiChrisye, dan Kala Cinta Menggoda. Memang benar adanya bahwa di negeri ini berlapis-lapis generasi tumbuh bersama lagu-lagunya. Dan penggemar lagu-lagu Chrisye mungkin juga terdiri dari berbagai strata sosial.  Buktinya, saat kemarin aku sedang berada di sebuah kios koran-majalah pinggir jalan, sang penjual dengan kedua temannya pun berdiskusi tentang lagu-lagu Chrisye. Mereka tidak suka versi baru lagu Badai Pasti Berlalu yang dibawakan oleh Ari Lasso dan lebih suka ketika Chrisye yang menyanyikannya.

Untuk mengenang karya-karyanya, Selasa lalu sengaja kumainkan sejumlah lagu Chrisye lewat denting piano, antara lain : Sabda Alam, Pelangi, Juwita, Lilin-Lilin Kecil, Kisah Cintaku, Anak Sekolah, Damai BersamaMu, Ketika Tangan dan Kaki Berkata, Andai Aku Bisa, Untukku, Seperti Yang Kau Minta, sampai lagu ciptaan Chrisye-Adjie Soetama yang pernah dipopulerkan oleh Vina Panduwinata (Cinta) dan Tika Bisono (Pagi).

Ada banyak pesan yang disampaikan oleh Chrisye dalam buku “Chrisye : Sebuah Memoar Musikal” oleh Alberthiene Endah. Beberapa di antaranya -seperti yang dimuat dalam Kompas Minggu, 1 April 2007- yaitu :

“Satu harapan saya, jadikan rasa di dalam diri Anda menjadi nyawa yang sangat berharga bagi jalan Anda ke depan. Anda boleh tidak memiliki apapun, tapi bila Anda setia pada nurani dan mau memperjuangkan itu, Anda telah memulai perjalanan.”

“…bahwa menjadi besar bukanlah suatu kebetulan. Saya pribadi tak memercayai faktor kebetulan. Saya yakin bahwa segala pencapaian sebetulnya memiliki proses yang kerap tidak disadari. Waktulah yang akan membuktikan bahwa setiap detik yang kita lewati, setiap tindakan yang kita lakukan, dan setiap keputusan yang kita ambil memiliki kontribusi pada apa yang akan kita raih kelak.”

“…bahwa segala kesabaran, keseriusan, dan tanggung jawab adalah modal yang sangat absolut agar dunia apapun yang kita pijak tak menjadi sia-sia.”

Selamat jalan, Oom Chrisye. Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikanmu, mengampuni seluruh dosa kesalahanmu, dan segenap karya serta keteladanan dalam hidupmu bisa menjadi ilmu yang bermanfaat sebagai salah satu bekal hidupmu di alam selanjutnya, selain anak-anak yang sholeh serta amal jariyahmu. Amin.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in