lagu ‘hujan’ dan kerinduan
Uncategorized No Comments »Rabu malam, masih sendiri belaka aku di rumah, sementara terdengar rintik hujan. Tiba-tiba aku pengen main piano dan temanya adalah lagu-lagu yang mengandung kata ‘hujan’. Lagu pertama, sebuah lagu lawas yang kulupa judulnya, karya Budhe Titiek Puspa, pokoknya yang llirik awalnya “rintik-rintik, hujan rintik-rintik…” . Tapi pas bagian reff kulupa karena memang susah, pindah kunci segala. Jika masih ada Ibu, biasanya beliau selalu nyambung lanjutannya dan jadi lengkaplah lagu itu. Sehabis itu ‘Cintamu Telah Berlalu’ hits Koes Plus yang ngetop lagi lewat alm.Chrisye. Dua lagu itu kumainkan secara instrumentalia. Lantas kubawakan lagu-lagu masa kini sambil nyanyi(tapi lirih, wong aku sadar suaraku nggak bagus), seperti: Setia(Jikustik),Yang Pernah Terlupakan(Iwan Fals), dan Gue Ingin(Super Bejo). Betul kan, semua lagu itu ada hujannya?
Kuingat lagi satu lagu, ‘Satu Rindu’ karya Opick yang merupakan salah satu lagu favoritku di album Semesta Bertasbih. Lagu yang bercerita tentang kerinduan pada ibu itu kunyanyikan dengan penuh penghayatan, eh… tanpa kusadari air mataku menetes sendiri. Wah, ternyata aku cengeng juga ya, hehe… Begitu habis lagu itu, kubiarkan saja air keluar dari mataku sepuasnya. Meski rasanya sudah ikhlas melepasnya pergi, tapi kerinduanku pada Ibu tak mampu kusirnakan dari hati. Aku pun cepat-cepat berdoa, semoga Ibu baik-baik saja di alam sana. Amin.
Semoga bukan sebuah dosa jika aku merasa Ibu masih tetap hidup menurut kata hatiku.