kontroversi sejarah (lanjutan)
Uncategorized 1 Comment »Tulisanku
tentang kontroversi sejarah sebelumnya ternyata terpotong, tak sesuai
dengan kehendakku. Padahal masih ada pesan yang belum tersampaikan.
Inilah lanjutan tentang hal tersebut.
Dalam
konteks yang lebih besar, perbedaan selalu mewarnai penulisan sejarah
kehidupan, termasuk sejarah bangsa Indonesia. Maka menjadi wajar
seandainya selalu ada kontroversi dalam setiap peristiwa yang
menyertai perjalanan hidup bangsa ini. Apalagi pasti ada unsur
subjektivitas dan berbagai kepentingan yang menjadi dasar penulisan
itu.Yang masih segar di ingatan, yaitu diterbitkannya buku tulisan
mantan presiden Habibie tentang peristiwa tahun 1998, yang
menimbulkan polemik tersendiri dengan Prabowo dan Wiranto.
Ternyata
masih banyak lagi kontroversi yang terjadi dalam sejarah bangsa kita,
seperti yang tertulis dalam buku “Seabad Kontroversi Sejarah”
karya Asvi Warman Adam, seorang sejarawan terkemuka. Ada banyak hal
menarik dalam buku tersebut, seperti tentang Agama dan Kepercayaan
Kartini, Peristiwa “Serangan Oemoem” 1 Maret 1949 di Jogja, G30S
dan Supersemar, Sejarah Irian dan Timor Timur, hingga Peristiwa tahun
1998. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Ombak Yogyakarta tahun 2007
itu kudapatkan di Pesta Buku Jogja bulan Maret lalu dan baru selesai
kubaca beberapa hari lalu.
Tatkala
sejarah menyadarkan kita tentang perbedaan-perbedaan, ia sebetulnya
telah mengajarkan toleransi dan kebebasan.
(François
Karon, dikutip dari “Seabad Kontroversi Sejarah”)
Jangan
lihat masa lampau dengan penyesalan, jangan pula lihat
masa
depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan
penuh
kesadaran.
(James
Thurber, dikutip dari motivasi-net)