Sebatas Hasrat : sebuah repetisi*
Uncategorized No Comments »
Terpanaku pada dirimu sang empunya wajah lembut nan ayu dengan senyuman indahmu Bergeloralah rasa jiwa sehingga menjadi sukacita merasakan hangat ramah sapamu yang meneduhkan kalbu
Menjelmalah sebuah hasrat dari diri yang telah terpikat agar dirimu selalu dekat Tapi aku lalu menyadari bahwa hasrat itu sebatas mimpi yang tiada mungkin akan terjadi Sebab kasihmu telah terikat pada janji suci nan erat
Mengapa tak sedari dulu terpesonanya aku padamu Usai kesempatan menggapaimu
Maka tinggal kunikmati saja sejenak masa yang tersisa Berada dekatmu pujaanku (biar sekejab waktu) berbunga-bungalah kalbu
*Sebuah lirik lagu yang kutulis di tahun 2000, sepulangku dari sebuah daerah yang asri berhawa dingin di Jawa Barat. Tak kuduga mesti kualami lagi kisah serupa itu. Tapi tak apalah, bisa sekadar memberi warna lain dalam hidupku : jatuh cinta(lagi)sekejab.