Pangeran Cinta Di-mifa (cuplikan sebuah cerpenku)
Uncategorized No Comments » Kendati
Di-mifa seorang pangeran nan tampan, baik hati, serta halus budi
bahasanya, namun dalam kisah cinta belumlah mujur nasibnya. Pernah
jatuh cintalah ia pada seorang dara ayu yang ditemuinya di keramaian
pasar ibukota. Dengan penampilan bersahaja dan tanpa pengawalan
prajurit kerajaan, Di-mifa memang kerap menapakkan langkahnya ke
berbagai penjuru Bifet. Tak banyak orang mengenalnya di antara
kerumunan, namun kharismanya sebagai seorang putera raja kadang tak
jua tersamar. Suatu saat, setelah beberapa kali sekadar menatapnya,
Di-mifa pun mengucap kata,
“Duhai
puteri jelita, tak sadarkah bahwa dikau ibarat seorang penjaga?”
“Apa
maksud Anda, tuan muda?”
“Indah
parasmu dan elok tindak tandukmu sungguh membuatku terpana. Kau
menjadi penjaga yang telah menawan hatiku."
Sang
dara tersipu-sipu, senyumnya terkembang malu-malu. Ternyata dara
tersebut merupakan puteri salah satu prajurit kerajaan Bifet. Namun
sayang, perempuan yang dicintainya itu telah memiliki seorang
kekasih. Kekasihnya itu seorang pemuda biasa yang menjadi seorang
pedagang kain di pasar ibukota kerajaan. Demi baktinya pada raja
Macello, sang prajurit dan si pedagang telah merelakan puteri dan
kekasihnya dinikahi sang pangeran. Justru Di-mifa yang enggan
menerimanya.
“Sungguh
tak adil jika aku menjadi sebab koyaknya jalinan cinta dua anak
manusia yang saling mencintai. Sekiranya aku tahu dia telah
berkekasih, tentu tak akan kubiarkan perasaanku berkembang, hingga
sempat kudekati dia. Biarkan mereka tetap berdua dalam cintanya,”
tutur sang pangeran sendu. Si perempuan dan kekasihnya begitu
berterima kasih pada kebesaran jiwa sang pangeran.