Jumpa Kesekian (gadis anonim)

Uncategorized No Comments »

Kala
pertama kita bersua

Sudah
sempat terucap kata

Lantas
sebatas kerap kulihat

Melintas
di depan kau lewat

Kadang
senyuman terkembang

Jika
kita saling memandang

Namun
itu tak mengusik hatiku

Kujalani
belaka sambil lalu

Hingga
kau tak pernah tampak lagi

Seakan
lenyap ditelan bumi

Tiba-tiba
kembali kita berjumpa

Di
sebuah tempat yang berbeda

Jadi
sempat kita berbincang

Dengan
durasi yang rada panjang

Cuma
belum sempat kutanya namamu

Telah
pergi kau berlalu

Kemudian
lama waktu berjalan

Tak
lagi terjadi pertemuan

Kulupakan
kau begitu saja

Tanpa
kenangan yang tersisa

Sampai
pada sebuah waktu

Tampaklah
sosokmu tak jauh dariku

Sungguh
tak kuduga sama sekali

Kita
berjumpa untuk kesekian kali

Namun
pertunjukan masih berjalan

Jadi
aku diam dan hanya memberi senyuman

Jika
saja kau sempat kusapa

Pasti
akan kutanya soal nama

Ternyata
kau tengah terburu-buru

Sedikit
saja tersenyum saat melewatiku

Lantas
kau pergi beranjak

Dan
hilang lagi tanpa jejak

Entahlah
apa maksud-Nya

Berulang
kali kita bersua

Namun
yang paling aneh bagiku

Namamu
tetap belum kutahu

November
2007

"Can we talk for a minute? Girl, I want to know your name!" (Tevin Campbell)

TTS dan Kosa Kata Baru

Uncategorized No Comments »

Mengisi Teka Teki Silang(TTS) di koran, meski tidak rutin kulakukan, selalu menjadi hal yang menyenangkan jika sempat kulakukan, karena selalu menambah wawasan dan pengetahuanku. Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) selalu menjadi referensi wajibku sekiranya ada kata-kata yang tidak ketemu jawabannya, selain kamus bahasa asing yang tersedia di rumah. Ada beberapa kosa kata baru bagiku yang cukup menarik dari TTS Kompas Minggu lalu(11/11), terlebih lagi setelah kubuka dan kubaca artinya di dalam KBBI.

Yang pertama adalah kata ‘ambal’ yang sebagai kata benda berarti permadani, dan itulah yang pas terisi di TTS. Tapi sebagai kata benda, ambal memiliki beberapa arti yang jauh berbeda satu sama lain. Ada berambal-ambal yang berarti berarak-arak dan ambalan yang berarti rombongan orang berarak. Kemudian ada mengambal yang bermakna membumbun (tanah) atau menambak. Dan terakhir ada lagi mengambal yang artinya melihat dengan sudut mata, melirik, atau menjeling.

Lantas ada kata ‘kalam’ sebagai jawaban soal ‘perkataan’ di TTS. Sebelum kubuka KBBI sudah kutahu jawabannya, tapi supaya yakin kubaca arti kata itu di dalamnya. Ternyata selain kalam berarti perkataan atau kata (terutama bagi Allah), ada makna lain yang jauh berbeda pula dan cukup mengejutkanku. Arti kedua kalam : 1.alat untuk menulis; 2.kemaluan(laki-laki), dan arti ketiganya,  yaitu : pasir hitam yang bercampur emas yang dilimbang(dicuci dengan diayak) atau kecil (sedikit) sekali.

Aku juga baru tahu bahwa ‘manuver’ ternyata artinya adalah latihan perang-perangan oleh militer atau gerakan yang tangkas dari pasukan (kapal dsb) dalam perang. Selama ini yang paling sering kudengar adalah kata manuver politik. Jadi, apa yang dilakukan oleh para politikus itu ibarat latihan perang atau gerakan dalam perang? Entahlah…

Mestikah Resah?

Uncategorized No Comments »

Dengan segenap kekurangan, beserta beragam keterbatasan yang ada padaku, masih dapat begitu kusyukuri semua kurnia Ilahi. Sekian banyak rencana terlintas di benakku. Seraya menjalani apa saja yang dapat kubuat, semoga saja satu demi satu rencana itu dapat terwujud. Jika aku tetap terus mau belajar, berusaha, dan pantang menyerah, aku percaya akan ditunjukkan-Nya jalan yang benar untukku melangkah. Yah, semoga di sela-sela perjalanan itu, cinta mungkin bersemi kembali di sanubariku. Kuharap tak bakal salah lagi hatiku jatuh pada seseorang yang terbaik dan tepat bagiku. Dialah yang menemani sisa hidupku yang akan sarat dengan kisah sukacita. Jadi, mestikah aku resah?
Apakah aku salah apabila hanya bertahan dengan apa yang selama ini telah kulakukan? Tentu saja, pada sisi yang lain selalu kuupayakan untuk lebih baik dalam beribadah, serta mengurangi hal-hal buruk yang selama ini telah menjadi kebiasaan sehari-hariku.
Aku sadar telah kehilangan doa restu dua orang perempuan yang kusayangi, yang kuyakin sepanjang hidupnya tak pernah jemu mendoakan dan memberi restunya padaku. Jadi, tentu saja sekarang aku harus lebih banyak berdoa bagi diriku sendiri dan orang lain, serta melakukan beragam kebaikan yang mesti lebih apik lagi ketimbang dulu. Jadi, mestikah aku resah?
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat hidayah-Nya bagi kita semua. Amin.
(ditulis pertama kali pada 10-8-2007)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in