Sekian
bulan silam

Menjadi
sebuah keheranan tersendiri

Menatap
pagi di kotaku tampak remang-remang

Berselimut
kabut kendati tipis belaka

Sekian
bulan kemudian

Menjadi
pengalaman menakjubkan

Merasakan
hawa begitu dingin di dataran tinggi

Berselimut
kabut sejati hingga pandangan terhalang

Seperti
negeri di angan

Hijau
menghampar di beragam penjuru

Kesegaran
nyaris selalu menerpa

Hingga
kadang menggigilkan raga

Seperti
negeri di awan

Berselimut
kabut sepanjang waktu

Kendati
kadang sinar surya menyibak

Membawa
terang dan hangat sesekali

Dieng
– Februari 2008