Hari ini, seseorang yang kulihat masa bocahnya dengan mata sipitnya, tubuh mungilnya, dan rambut brindilnya, telah berakhir hidupnya. Belum sampai 30 tahun usianya, ia telah mati muda meninggalkan suami dan dua bocah yang pasti bakal merindukan kasih sayangnya. Sementara ayah bundanya masih ada, ia justru mendahului semua kakaknya untuk kembali ke haribaan Ilahi.

Begitu cepatnya, mendadak, tak perlu waktu lama, tanpa pesan, bahkan seolah tanpa firasat (yang sejatinya pasti ada), ia pergi begitu saja. Begitulah yang telah menjadi ketetapan Ilahi.

Semoga Allah swt menerima semua amal baiknya serta mengampuni segenap dosa salahnya.

Semoga Allah swt juga memberikan kesabaran tanpa batas bagi mereka yang kehilangan orang tercintanya. Amin ya rabbal’alamin…

Sebuah cerita kematian tersurat lagi. Bersiaga sajalah kita selalu, karena malaikat maut bisa kapan saja mencabut nyawa kita tanpa pernah kita duga waktunya.

In memoriam : Yuli Wistowo (1980-2008)

10 Maret 2008