Bukan maksudku untuk menyedihkan diri atau berbagi
duka ketika kutuliskan hal ini. Sekadar mengenang bahwa ternyata di bulan April
pernah kurasakan kepergian selamanya orang-orang yang kusayangi. Pada 14 April
1992 bapakku wafat setelah sekitar sebulan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Aku masih duduk di bangku SMA dan sungguh sedih
rasanya pertama kali kehilangan seseorang yang selama bertahun-tahun hidup
serumah denganku.
Selanjutnya pada 11 April 2004 giliran adik eyang putriku
-yang sudah seperti ayah keduaku- meninggal dunia setelah sebulan tanpa daya di
RS Sardjito di Yogyakarta. Aku sudah cukup dewasa
ketika itu terjadi, jadi mungkin lebih mampu menahan kedukaan.
Dan setahun
lalu, tepatnya 17 April 2007 eyang putriku yang dipanggil pulang oleh Allah
SWT, hanya empat hari setelah mondok di tempat aku dilahirkan, RS Fatmawati
Jakarta. Aku baru sekitar 100 hari melepas kepergian selamanya ibuku saat itu,
jadi rasanya bisa lebih ikhlas ketika eyang putriku yang pergi. Pastinya tetap
ada kesedihan, karena hal itu manusiawi adanya.
Tapi semua itu pasti ada hikmah
yang bisa kupetik, tetap selalu bersyukur dan berpikir positif saja apapun
takdir-Nya. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Pada saatnya nanti
aku juga akan pergi selamanya dari muka bumi ini. Tinggal menanti seraya terus
berupaya menjadi seorang manusia yang sebaik-baiknya di hadapan-Nya. Jadi
semoga aku sudah siap jika malaikat maut menjemputku kelak. Amin.