Satu lagi orang yang kukenal telah pergi selamanya pada bulan Maret lalu. Menjadi kejutan bagi semua orang mengingat usianya yang masih muda dan tidak diketahui memiliki riwayat sakit sebelumnya. Namun di bulan itu pula aku kembali berjumpa dengan lebih banyak lagi teman-teman SMA-ku. Jika sebulan sebelumnya hanya belasan orang pesertanya, maka pada awal Maret itu lebih dari dua puluh orang dapat bertemu dalam suasana sukacita. Cukup beragam profesi teman-temanku : kepala desa, sekretaris kecamatan, guru, tentara, pegawai bank, wartawan, dll. Ada kejutan-kejutan tersendiri, seperti yang dulu anaknya kecil dan pendiam, sekarang menjadi tentara yang gagah perwira dan pandai bicara pula. Lalu ada yang dulu usil dan pecicilan, sekarang menjadi pendiam dan terlihat cantik dengan jilbabnya. Syukurlah bahwa kami dapat kembali bersama setelah sekian tahun berpisah tanpa saling berkabar. Setelah pertemuan itu aku menjalin komunikasi dengan sejumlah teman SMA-ku lagi, termasuk via yahoomessenger. Yang dulu tidak akrab pun jadi dekat denganku. Salut dan terima kasih mesti disampaikan pada seorang teman yang berinisiatif dan berjuang keras mengadakan pertemuan itu. Semoga rencana reuni satu angkatan bulan Oktober nanti jadi terlaksana. Seorang sahabat lama mengunjungiku di rumah, setelah lebih setahun lalu ia meninggalkan Jogja. Tentu saja begitu banyak cerita yang dapat tercurah. Pada sebuah Sabtu aku sempat chatting dengan dua temanku yang masing-masing sedang berada di Australia dan Austria. Unik bukan? Selain kembalinya teman-teman lama, kudapatkan juga teman-teman baru yang membuat hidupku kian berwarna dan bermakna.