Mengulangi apa yang kulakukan setahun silam, kucoba
membuat ikhtisar atas apa yang terjadi dalam hidupku sepanjang Januari hingga
Juni 2008. Pasti kuingat untuk selalu bersyukur pada Ilahi karena masih bersatu
jiwa ragaku di muka bumi hingga detik ini. Menjadi gembiraku dapat berjumpa kembali
dengan sejumlah teman lamaku, dari SD, SMP, SMA, hingga saat kuliah. Secara
informal aku telah menjalani reuni ketika bertemu dengan mereka lagi. Beberapa
di antara mereka akhirnya malah berteman baik denganku, padahal dulu kami
mungkin sekadar mengenal nama. Sempat ada kerabatku yang berduka kehilangan
anak bungsunya, juga ada teman-temanku yang ayah dan kakeknya wafat. Aku sudah
merasakan duka pula ketika pada paruh pertama 2007 lalu melepas kepergian Ibu
dan Eyang Putri untuk selama-lamanya. 

Sebuah cerpenku akhirnya dimuat di Horison edisi
Februari. Masih tetap sabar kunanti melihat karya sastraku dimuat di
koran-koran Minggu dan majalah lainnya, seraya tetap terus menulis tentunya.
Sementara itu tiga buah tulisanku di Bolavaganza pun mendatangkan rezeki
tersendiri bagiku. Sejak Mei lalu aku telah memiliki blog anyar di blogger,
yaitu : luhursatya.blogspot.com yang menjadi wadah apresiasi
seniku, lousatyabudi.blogspot.com yang memuat koleksi
puisiku, dan wallpapersoflou.blogpsot.com
yang berisi hasil keisenganku bermain-main dengan foto format jpg, coreldraw,
dan photoshop. Selain itu juga sudah ada loushevaon7.wordpress.com yang materinya memang
seperti gado-gado, tapi intinya semua merupakan hasil pikiran, perasaan, dan
pengetahuanku yang terungkap dalam tulisan. Beberapa tulisan terakhirku tentang
sepakbola Euro 2008 yang berlangsung bulan Juni juga dimuat di bolanova.com
. Aku juga masih ikut dalam komunitas penulis di kemudian.com
dengan nama ‘loushevaon7’ yang membuatku banyak mendapat kenalan anyar yang
menyenangkan dan apresiatif. 

Sejak Januari hingga Mei aku sempat menjadi bagian
dari tim Embun, sehingga sempat berkali-kali ke Solo dan sempat dua hari berada
di Dieng. Hal itu menjadi pengalaman baru pula dalam hidupku. Beragam peristiwa
yang mengisi hari, beragam makna pun memperkaya benak, jiwa, dan hati. Puji
syukur pada Ilahi dapat kusadari begitu nikmat dan indahnya hidup ini. Semoga
bakal kian apiklah hari-hariku mendatang. Amin.