(1)

Terpampanglah jelas sudah

Ada dua jerawat di jidat

Entah sebuah pertanda apakah

Itu sesuatu yang di luar adat

Mungkin ada kerinduan yang tertahan

Namun benarkah tertuju padanya

Tiada yang dapat memastikan

Bisa jadi tak berarti apa-apa jua

Duhai jerawat di jidat

Sudilah kiranya kalian enyah

Segera pergi saja cepat

Biar tak lagi keruh ini wajah

8-7-2008

(2)

Sementara yang lama belum jua pergi

Malah berhamburan lagi teman-temannya

Langsung mengisi kekosongan di sektor kiri

Hingga berkuranglah ruang terbuka

Tidak perlulah ada spekulasi

Biar saja tetap di situ

Lambat laun pasti bakal pergi

Toh, mereka hanya tinggal sementara waktu

Rasanya tiada beban di hati

Justru karena jerawat di jidat

Terejawantah sebuah lagi puisi

Yang sekarang telah tersurat

16-7-2008