Rabu pekan lalu (6/8) kutempuh sebuah perjalanan di atas roda empat yang cukup jauh bersama saudara-saudaraku. Ratusan kilometer, belasan kota, mendung, panas, hujan, pagi, siang, petang, malam tuntas dilewati dalam sehari. Kami berangkat jam 6.30 pagi dan sampai di Jogja lagi sekitar jam satu dini hari. Hari itu kami pergi ke Brebes, setelah hari sebelumnya dikabari bahwa ada kerabat kami yang wafat. Beliau adalah Bu Yati, adik sepupu almarhum Bapak yang pernah menjadi pengasuhku dan kakakku ketika kami masih sangat kecil. Bu Yati adalah sosok perempuan lugu yang selalu tulus dan begitu baik hati. Beliau juga seorang yang sangat tangguh, sabar, dan tegar, kendati tubuhnya kecil. Ketika masih muda, Bu Yati sudah ditinggal meninggal suaminya. Setelah beranjak tua, kelima anak lelakinya justru lebih dahulu dipanggil Ilahi. Tak terbayang begitu berat cobaan-Nya untuk seorang Bu Yati sesungguhnya, yang ternyata tetap tenang menjalani itu semua. Sampai akhirnya ajalnya tiba pada sebuah senja pekan lalu. Semoga Allah swt menempatkannya di tempat yang terbaik, menerima segala amal kebaikannya, dan mengampuni segenap dosa kesalahannya. Amin.