Sesudah dari jauh belaka melihat sosok Sri Sultan HB X, Garin Nugroho, dan
Jajang C Noer, hampa asaku bertemu orang terkenal lainnya. Tapi
beberapa saat kemudian, ketika aku tengah bercengkrama dengan kakakku
dan anak-anaknya, malah ada Andrea Hirata tak jauh di belakangku.
Setelah dia selesai menandatangani trilogi Laskar Pelangi milik
penggemarnya, aku pun menyalami dan menyapanya, “Mas Andrea ya?”
Dengan ramah dia menjawab sapaku, “Ya. Nonton film, yuk.” Sayang,
aku tak bisa memenuhi ajakannya. Tapi aku tetap terkesan Sabtu sore
(9/8) itu. Baru malam sebelumnya kulihat penulis hebat itu di Kick
Andy. Tak kuduga bisa segera menjumpainya di alam nyata.

Senin malam (11/8) aku sedang bertugas mengambil jimpitan di lingkungan
tempat tinggalku, ketika di seberang jalan kulihat sosok yang tak
asing dalam dunia sinema Indonesia. Langsung saja kusapa dia, “Riri
Riza ya?” Lelaki keriting berkaca mata itu menyahutku, “Iya…”
Hanya sempat kutanya tidurnya di mana, ternyata di hotel sebelah
rumah tetanggaku. Selanjutnya kulihat dia duduk menekuni laptopnya di
sebuah kafe, tak jauh dari tempat kami bertemu.

Sejujurnya, banyak hal yang ingin kutanyakan pada Andrea Hirata dan Riri Riza, tapi tak tercetus ketika aku menyuarakan kata. Terlalu mengejutkan bagiku
bertemu mereka tanpa kusangka-sangka. Tapi aku setidaknya telah
mengerti, betapa mereka dengan kehebatannya yang membuat mereka
dipuja-puji banyak orang, ternyata tetap rendah hati, ramah, dan
membumi. Buktinya, mereka sudi menjawab sapa dari orang biasa, yang
pasti tak mereka kenal sama sekali. Aku belum sanggup menerjemahkan,
pertanda apakah aku bisa menyapa Andrea Hirata dan Riri Riza dalam
sekian hari saja? Lalu, kira-kira siapa lagi orang terkenal yang
bakal kutemui lagi dan kusapa jua mereka? Aku mesti latihan berpikir
lebih cepat supaya mampu mendapatkan kata-kata yang bermakna dari
siapa saja orang terkenal yang kujumpai nanti. Rabu siang (13/8)
kemarin kulihat film karya Djenar Maesa Ayu, lantas sejenak mengikuti
obrolan santai bersama sang sutradara sekaligus penulis cerita itu.
Tapi aku sekadar menyimaknya dan tak menyapanya.