Terkenang Ibunda

Puisi  Tagged , , , , , , 2 Comments »

Cemas sempat meremas
Apakah kalbu telah sekeras batu?
Barangkali sudah setinggi Himalaya
Atau bisa jadi seluas Asia
Segenap dosa kesalahan yang menjelma
Sekiranya ditumpuk atau digelar utuh
Namun sesalku tak cukup menyentuh
Palung hati terdalam, kendati begitu hasratku

Baru ketika terkenang mendiang Ibunda
Teringat kerap kubuat sedih dan kecewa dirinya
Tersadar belum cukup kuberi bahagia dan bangga untuknya
Pecahlah kantung air mata
Meneteslah tanpa terbendung lagi
Ternyata kalbu mungkin masih selembut salju

Ya Allah, perkenankan aku bahagiakan dia
Kendati dia telah jauh tak bisa kutemui lagi
Biarkanlah hidupku berarti bagi Ibunda

(malam ke-21 Ramadhan 1429 H)
21 September 2008

Rezeki Tak Terduga

Curhat  Tagged , , , , , , , No Comments »

Salah satu asa sekaligus doaku di bulan Ramadhan adalah hadirnya rezeki tak terduga. Syukurlah, ternyata terjawab sudah harapan itu di separuh bulan ini. Sebuah penawaran menarik untukku datang dari sebuah majalah yang masih dalam masa persiapan terbit. Mereka tertarik setelah membaca tulisanku di salah satu blog sepakbola. Masih terjadi polemik antara hati nurani, akal sehat, dan nafsuku untuk sesuatu yang bersifat prinsip. Apakah akan kuterima atau tidak tawaran itu, tetap sudah menjadi rezeki tersendiri bagiku.

Selama beberapa hari terjalin lagi komunikasi antara aku dengan para sahabat lama dan saudara-saudara dekat yang lama tak kujumpa. Memang hanya bertukar tulisan, namun senang hatiku mengetahui kabar mereka baik-baik saja. Malah ada di antara mereka yang ingin memberiku sesuatu. Insya Allah masih ada waktu yang kelak bakal mempertemukan kami kembali. Minggu petang kemarin aku berbuka puasa bersama teman-teman SMA. Sebuah rezeki tak terduga pula, karena dalam keseharianku aku biasa berbuka puasa berdua saja di rumah sejak Ibu wafat. Semoga niat baik kami mengadakan acara reuni sekaligus Syawalan bulan depan mendapat ridha Ilahi dan dapat berlangsung dengan baik.

Minggu siang kemarin kuterima sebuah paket. Isinya adalah sebuah majalah edisi terbaru dan sebuah kaos pertanda dimuatnya tulisanku di situ. Tanpa beban ketika kukirim tulisan itu, maka menjadi kejutan tersendiri karena malah mendatangkan rezeki. Senin petang kuterima lagi sebuah paket dari sumber yang sama. Setelah kunanti-nanti, akhirnya datang juga imbalan atas tulisanku dua bulan silam itu.

Semoga masih banyak lagi rezeki bagi kita yang senantiasa mesti disyukuri di hari-hari mendatang. Allahuma amin…

Selamat melanjutkan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Terulang Lagi

Curhat  Tagged , , No Comments »

Sudah kukesampingkan apa yang terjadi pada hari kelima Ramadhan setahun silam. Kujadikan pelajaran bernilai tinggi agar tak terulang lagi tahun ini. Namun ternyata di hari ketiga terjadi kembali hal yang tak menjadi asaku itu. Hal yang buruk sudah tersurat ketika aku tak bisa makan sahur karena bangun tidur kesiangan. Hanya bisa mohon ampunan-Nya lagi dan semoga segera dapat kuperbaiki diri.

Ramadhan kedua tanpa Ibunda. Ternyata mesti terjadi lagi hal itu dan sudah pasti sungguh kusesali. Menjadi niat dan hasratku untuk selalu mengawali puasa dengan sahur setiap sebelum Subuh dan shalat wajib mesti selalu tepat waktu di kala esok dan seterusnya. Allahuma amin…

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi segenap saudara muslimin dan muslimah di mana saja Anda berada. Mohon maaf lahir dan batin.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in