Salah satu asa sekaligus doaku di bulan Ramadhan adalah hadirnya rezeki tak terduga. Syukurlah, ternyata terjawab sudah harapan itu di separuh bulan ini. Sebuah penawaran menarik untukku datang dari sebuah majalah yang masih dalam masa persiapan terbit. Mereka tertarik setelah membaca tulisanku di salah satu blog sepakbola. Masih terjadi polemik antara hati nurani, akal sehat, dan nafsuku untuk sesuatu yang bersifat prinsip. Apakah akan kuterima atau tidak tawaran itu, tetap sudah menjadi rezeki tersendiri bagiku.
Selama beberapa hari terjalin lagi komunikasi antara aku dengan para sahabat lama dan saudara-saudara dekat yang lama tak kujumpa. Memang hanya bertukar tulisan, namun senang hatiku mengetahui kabar mereka baik-baik saja. Malah ada di antara mereka yang ingin memberiku sesuatu. Insya Allah masih ada waktu yang kelak bakal mempertemukan kami kembali. Minggu petang kemarin aku berbuka puasa bersama teman-teman SMA. Sebuah rezeki tak terduga pula, karena dalam keseharianku aku biasa berbuka puasa berdua saja di rumah sejak Ibu wafat. Semoga niat baik kami mengadakan acara reuni sekaligus Syawalan bulan depan mendapat ridha Ilahi dan dapat berlangsung dengan baik.
Minggu siang kemarin kuterima sebuah paket. Isinya adalah sebuah majalah edisi terbaru dan sebuah kaos pertanda dimuatnya tulisanku di situ. Tanpa beban ketika kukirim tulisan itu, maka menjadi kejutan tersendiri karena malah mendatangkan rezeki. Senin petang kuterima lagi sebuah paket dari sumber yang sama. Setelah kunanti-nanti, akhirnya datang juga imbalan atas tulisanku dua bulan silam itu.
Semoga masih banyak lagi rezeki bagi kita yang senantiasa mesti disyukuri di hari-hari mendatang. Allahuma amin…
Selamat melanjutkan ibadah di bulan suci Ramadhan.