Terkenang Ibunda
Puisi Tagged air mata, dosa, Ibunda, kalbu, malam ke-21, salju, terkenang September 24th, 2008Cemas sempat meremas
Apakah kalbu telah sekeras batu?
Barangkali sudah setinggi Himalaya
Atau bisa jadi seluas Asia
Segenap dosa kesalahan yang menjelma
Sekiranya ditumpuk atau digelar utuh
Namun sesalku tak cukup menyentuh
Palung hati terdalam, kendati begitu hasratku
Baru ketika terkenang mendiang Ibunda
Teringat kerap kubuat sedih dan kecewa dirinya
Tersadar belum cukup kuberi bahagia dan bangga untuknya
Pecahlah kantung air mata
Meneteslah tanpa terbendung lagi
Ternyata kalbu mungkin masih selembut salju
Ya Allah, perkenankan aku bahagiakan dia
Kendati dia telah jauh tak bisa kutemui lagi
Biarkanlah hidupku berarti bagi Ibunda
(malam ke-21 Ramadhan 1429 H)
21 September 2008
September 26th, 2008 at 9:11 am
Luhur…
Hatiku jadi ikut gerimis membacanya. Kurang lebih 16 bulan yang lalu aku ditinggal ibuku. Dan Rasanya baru kemarin.
Sebagai anak pasti ada keinginan bunda kita yang belum kita penuhi dan beberapa hal terjadi karena takdir.
October 8th, 2008 at 12:46 am
Semoga kita masih bisa menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah bagi ibu-ibu kita yang sudah tiada.