Sehabis Ramadhan Kini
Curhat Tagged introspeksi, niat baik, sehabis Ramadhan, Syawal, tergoda October 8th, 2008
Tuntas sudah kini 30 hari berlangsungnya bulan suci. Semoga segenap amal ibadah yang kita lakukan saat Ramadhan menjadi perkenan Allah swt dan tiada yang sia-sia. Semoga segala dosa kita telah mendapatkan ampunan-Nya jua. Sementara kita sesama insan pun semoga telah mampu saling memaafkan. Syukur alhamdulillah, rasanya ada beberapa kemajuan terjadi padaku -ketimbang setahun silam- karena dapat lebih kumanfaatkan kesempatan yang tersedia. Meski di sisi lain masih terdapat pula kekurangan dan hal-hal yang belum maksimal. Sejumlah rezeki tak terduga yang kuterima menjadi kesan tersendiri bagiku Ramadhan tahun ini.
Salah satu kelemahan hidup kita adalah kegagalan menangkap makna. Bagaimana kita memaknai Idul Fitri yang kerap disebut sebagai hari kemenangan itu? Sudahkah kita kembali fitrah dalam arti sesungguhnya? Mestinya di bulan Syawal ini terjadi peningkatan kualitas hidup, setelah selama sebulan kita berpuasa dan memperbanyak amal shalih. Namun sungguh tak mudah untuk menjaga konsistensi ibadah sehabis Ramadhan, dengan tetap terus menapakkan jejak kebaikan dalam perjalanan hidup ini. Tampaknya kita selalu tergoda untuk kembali pada rutinitas seperti sebelum datangnya bulan istimewa itu lagi. Memang tiada lagi pahala yang berlipat ganda seperti bulan lalu. Tapi bukankah setiap amal kebaikan kita tetap selalu dicatat oleh para malaikat-Nya, sebagaimana dosa kesalahan kita pun demikian pula? Sebenarnya renungan ini paling layak untuk diriku yang mencoba terus introspeksi. Menjadi niat dan tekadku untuk menjalani hari-hari pasca Ramadhan dengan lebih apik ketimbang sebelum bulan suci. Semoga Allah swt meridhai niat baikku ini. Mohon maaf dengan segenap jiwa dan setulus hati.