Hal Signifikan di Awal Bulan
Kabar Tagged adik sepupu, AFC TBY, operet, pengalaman baru, pertunjukan, rumah, teater, vokal November 6th, 2008Di hari pertama bulan kesebelas, rumah yang selama 22 bulan terakhir hanya berpenghuni tetap dua orang, akhirnya bertambah satu personil lagi. Elang, adik sepupuku jadi pindah dari tempat kosnya untuk menemani kakaknya yang kesepian. Kehadirannya tentu memberi warna yang berbeda dalam hidup kami dan pastilah kusyukuri hal itu. Apalagi ketika dia minta tolong mas iparku mengangkut barang-barangnya, maka mbakku dan ketiga anaknya jadi datang menyemarakkan malam Minggu yang hujan kemarin. Selanjutnya, aku berkesempatan merasakan menjadi seorang kakak yang sejati. Maklumlah, aku anak bungsu yang hanya memiliki adik sepupu, yang selama ini sesekali saja kujumpai mereka. Kini ada satu di antara mereka yang tinggal serumah denganku dan pastinya setiap hari kutemui.
Hari kedua November kualami lagi sebuah pengalaman baru. Aku menjadi bagian dari sebuah pementasan operet ‘Pangeran yang Selalu Bahagia’ persembahan AFC TBY yang berlangsung di concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Seperti setahun sebelumnya di gedung sositet, posisiku memang hanya di samping panggung. Jadi penonton tentu tak bakal melihat sosokku. Tugasku seperti biasa mengiringi anak-anak menyanyi, tapi ada tugas tambahan untukku mengiringi anak-anak menari. Sayang, pada tarian pertama suara kibor yang kumainkan tak karuan tanpa kutahu sebabnya. Tapi selanjutnya tiada masalah lagi, sepertinya lancar saja pertunjukan berlangsung. Lagu instrumental pengiring tarian keempat merupakan ciptaanku sendiri. Terima kasih layak kuucapkan kepada Mbak Yayuk, Mbak Putria, dan Mbak Utik yang memberi kepercayaan kepadaku untuk mengiringi anak-anak asuhannya menari.
Anak-anak vokal menyanyikan empat lagu karya Pak Sigit di antara sejumlah adegan yang dimainkan anak-anak teater, jadi aku mainnya juga manut Mas Broto selaku sutradara malam itu. Kusyukuri jua pentasnya berjalan mulus, penontonnya lumayan banyak, kendati aku sempat rada terbebani dengan awal yang buruk. Yah, yang penting akhirnya melegakan. Terima kasih juga untuk Pak Sigit, Mas Broto, seluruh orang yang terlibat dalam pertunjukan malam itu, dan tentunya AFC TBY. Riang hatiku menjadi bagian dari mereka selama ini.
November 7th, 2008 at 4:41 am
Good reads, love the info, keep up the good work.