Tanpa Puisi

Curhat  Tagged , , No Comments »

Sebulan lalu tak kusuratkan apa pun ketika tepat dua tahun berlalu sejak wafatnya Ibunda. Berbeda dengan setahun silam yang sempat kujadikan puisi ‘Sebatas 16’ demi mengenang kepergian selamanya perempuan tersayangku. Tentu bukan maksudku untuk tak mengingat lagi sosok Ibu, namun barangkali sudah biasa saja rasanya setelah dua tahun menjalani waktu tanpa dirinya lagi di dunia ini.

Tetap terlalu banyak kenangan tentang Ibu yang tak mungkin terhapus dari benak dan kalbuku. Dan tatkala kudengarkan lagu ‘Satu Rindu’ seraya ikut menyanyikan lirik ‘terbayang satu wajah penuh cinta, penuh kasih … terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan…’ pecah lagi kantung air mataku…

Ya Allah, semoga Ibu hamba baik-baik saja di alam sana dan semoga hamba mampu menjadi anak shalih bagi dirinya. Amin…

(1 Februari 2009)

Karunia Bulan Pertama

Kabar  Tagged , , , , , , , 4 Comments »

Kendati tetap masih ada hal buruk serta kekurangan banyak kulakukan (yah, namanya juga manusia biasa), tetap tak kulupa untuk mensyukuri segala yang ada. Kurasakan betul karunia kasih sayang-Nya ketika cerpenku ada yang dimuat di majalah lagi. Lalu di pekan berikutnya ada dua opiniku yang dimuat di tabloid sport terbitan Jakarta, BOLA dan SOCCER. Oya, sebelumnya sebuah tulisanku menjadi salah satu pemenang sebuah kontes menulis di situs bolanova.com.

Kunikmati perjumpaanku dengan saudara-saudara terdekat, kerabat, tetangga, sahabat, teman-teman lama dan baruku, juga dengan anak-anak AFC. Setelah Desember lalu aku dan koor anak-anak AFC pentas di Malioboro Mall, maka Januari ini kami tampil di Saphir Square. Paling tidak kami bisa menambah pengalamanlah.

Satu kejutan menyenangkan adalah bertemunya aku lagi dengan seseorang yang -di masa bocahnya- pernah berani bermanja-manja kepadaku. Memang aku hanya menemukan profilnya di friendster dan facebook, tapi lantas terjalin komunikasi lagi yang sekian tahun telah terputus. Bocah itu kini telah menjelma menjadi seorang gadis muda yang cantik dan lucu. Aku tak yakin dia masih mau bersikap seperti dulu, sekiranya kami bersua lagi nanti. Minimal kini kami sudah menyambung silaturahmi kembali. Oya, sekarang aku pun sudah ikut facebook dan sudah ketemu beberapa kenalan. Satu hal yang juga layak dicatat : aku telah mencoba memasak nasi goreng sendiri. Dua kali sudah kulakukan itu atas dasar nekad, karena tanpa buku resep dan seseorang yang membimbing di sampingku. Syukurlah masih bisa kumakan, walau yang pertama keasinan, sedang yang kedua sudah relatif enak rasanya. Lain waktu akan kucoba masak lagi, siapa tahu aku berbakat jadi koki. Hahaha…


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in