Asa Sahaja Seorang Lajang

Curhat, Puisi No Comments »

Semoga tahun ini dapat kualami melangkah

berdua bersama perempuan yang kucintai

Bersama kami mengisi waktu dengan

bermakna dan menjelmakan bahagia

Ketika rasanya kesepian di rumah, dapat aku

sekadar sms-an dengannya atau kuajak

bicara di telepon, jika saja aku tak sempat

mengunjunginya dan mengajaknya makan enak

Aku ingin ada yang menemaniku ketika pentas

mengiringi anak-anak atau menghadiri pertunjukan,

nonton film maupun pameran, apa sekadar

ke toko buku (siapa tahu ada tulisanku lagi)

Aku mau banyak hal bisa kami diskusikan

dengan cinta kasih sayang

Dan aku berharap dia bersedia kunikahi nanti

Semoga aku tak akan salah memilihnya,

sementara aku adalah pilihan tepat baginya

Ya Allah, itulah sepercik doa dan asa hamba

Mohon tunjukkan jalan terbaik mana yang

mesti hamba tempuh

Allahuma amin…

090109

(kala sepi menyapa)

Ketika Langit Malam Tampak Istimewa di Yogyakarta

Kabar No Comments »

Semula tiada niatku melihat apa yang terhampar di langit tadi malam. Namun bersama saudara-saudaraku tercinta, justru tampaklah pemandangan yang tak biasa di indra pandang kami semua. Rembulan menjelang purnama -yang sedang tak begitu terang cahayanya- laksana berada persis di tengah-tengah cincin raksasa yang serupa awan, karena putih warnanya. Ternyata di antara kami tiada yang mengerti apa yang sedang terjadi, bahkan namanya apa juga tak tahu. Yang terang, riang hati kami semua memandang dan mengagumi indahnya langit malam. Dalam hati aku bersyukur memuji asma-Nya.

Aku tak yakin banyak orang yang seberuntung kami menikmati salah satu mahakarya Ilahi itu. Maka kukabari sejumlah teman, sekadar ingin berbagi sukacita. ”Coba lihat bulan malam ini, ada fenomena unik,” begitu bunyi pesanku. Seorang teman langsung meneleponku, tak terjawab, jadi langsung kutelepon balik. Kutanya apakah itu, menurutnya hal itu fenomena alam biasa, seperti juga pelangi. Ada teori fisika yang bisa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi, tapi mohon maaf, aku tidak paham pelajaran itu, Mas…hahaha… Tapi dengan bijak dia berpesan supaya aku memerhatikan fenomena itu dan pasti ada sesuatu yang lain yang akan terlihat. Semoga beliau bisa menjelaskannya lebih gamblang setelah membaca tulisanku ini.

Temanku yang lain merespons bahwa dia telah melihatnya dan merasakan indahnya pula. Sama denganku, dia juga belum pernah menjumpainya, meski kata temannya biasa kalau pas musim hujan. Bahkan dia ikut mengumumkan apa yang dilihatnya ke banyak orang. Sayang, mereka yang di luar Jogja tidak mengalami langit malam yang cerah ceria. Sayangnya lagi, temanku yang lain juga tidak bisa turut menyaksikan wajah rupawan sang malam.

Temanku tadi lalu bercerita bahwa menurut mbah depan rumahnya, biasanya Sultan akan memberitahu sebuah hal penting atau Indonesia bakal dapat pemimpin yang bisa mengayomi rakyat. Tapi apa hubungannya ya?

Kata Paulo Coelho, segala sesuatu di dunia adalah pertanda. Dan kita harus menanggapi pertanda. Barangkali sekadar pertanda bahwa masih banyak karunia alam-Nya yang kita ternyata belum tahu, lalu bersyukurlah kita menanggapinya. Tapi mungkin saja ada pertanda lainnya, seperti kata orang tua yang melihat peristiwa itu dengan mata hati dan jiwanya. Satu lagi kata Coelho, ternyata hal-hal sederhana dalam hidup memang paling luar biasa. Hanya orang bijak yang dapat memahaminya. Yah, semoga kita semua dapat menjadi orang-orang yang bijaksana.

Terima kasih bagi saudara-saudara yang menemaniku dan teman-teman yang merespons pesanku semalam, juga bagi para pembaca tulisan bersahajaku ini.

Yogyakarta, 8 April 2009


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in