Rezeki Tak Terduga

Curhat  Tagged , , , , , , , No Comments »

Salah satu asa sekaligus doaku di bulan Ramadhan adalah hadirnya rezeki tak terduga. Syukurlah, ternyata terjawab sudah harapan itu di separuh bulan ini. Sebuah penawaran menarik untukku datang dari sebuah majalah yang masih dalam masa persiapan terbit. Mereka tertarik setelah membaca tulisanku di salah satu blog sepakbola. Masih terjadi polemik antara hati nurani, akal sehat, dan nafsuku untuk sesuatu yang bersifat prinsip. Apakah akan kuterima atau tidak tawaran itu, tetap sudah menjadi rezeki tersendiri bagiku.

Selama beberapa hari terjalin lagi komunikasi antara aku dengan para sahabat lama dan saudara-saudara dekat yang lama tak kujumpa. Memang hanya bertukar tulisan, namun senang hatiku mengetahui kabar mereka baik-baik saja. Malah ada di antara mereka yang ingin memberiku sesuatu. Insya Allah masih ada waktu yang kelak bakal mempertemukan kami kembali. Minggu petang kemarin aku berbuka puasa bersama teman-teman SMA. Sebuah rezeki tak terduga pula, karena dalam keseharianku aku biasa berbuka puasa berdua saja di rumah sejak Ibu wafat. Semoga niat baik kami mengadakan acara reuni sekaligus Syawalan bulan depan mendapat ridha Ilahi dan dapat berlangsung dengan baik.

Minggu siang kemarin kuterima sebuah paket. Isinya adalah sebuah majalah edisi terbaru dan sebuah kaos pertanda dimuatnya tulisanku di situ. Tanpa beban ketika kukirim tulisan itu, maka menjadi kejutan tersendiri karena malah mendatangkan rezeki. Senin petang kuterima lagi sebuah paket dari sumber yang sama. Setelah kunanti-nanti, akhirnya datang juga imbalan atas tulisanku dua bulan silam itu.

Semoga masih banyak lagi rezeki bagi kita yang senantiasa mesti disyukuri di hari-hari mendatang. Allahuma amin…

Selamat melanjutkan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Terulang Lagi

Curhat  Tagged , , No Comments »

Sudah kukesampingkan apa yang terjadi pada hari kelima Ramadhan setahun silam. Kujadikan pelajaran bernilai tinggi agar tak terulang lagi tahun ini. Namun ternyata di hari ketiga terjadi kembali hal yang tak menjadi asaku itu. Hal yang buruk sudah tersurat ketika aku tak bisa makan sahur karena bangun tidur kesiangan. Hanya bisa mohon ampunan-Nya lagi dan semoga segera dapat kuperbaiki diri.

Ramadhan kedua tanpa Ibunda. Ternyata mesti terjadi lagi hal itu dan sudah pasti sungguh kusesali. Menjadi niat dan hasratku untuk selalu mengawali puasa dengan sahur setiap sebelum Subuh dan shalat wajib mesti selalu tepat waktu di kala esok dan seterusnya. Allahuma amin…

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi segenap saudara muslimin dan muslimah di mana saja Anda berada. Mohon maaf lahir dan batin.

Kompleksitas Agustus

Uncategorized 1 Comment »

Ternyata cukup kompleks apa yang telah kulewati sepanjang bulan Agustus 2008 ini. Apa yang terjadi dalam sepekan terakhir menambah ragam peristiwa dalam hidupku. Hari Minggu menjelang siang (24/8) aku bertemu dengan sejumlah teman baru yang selama ini aktif di http://kemudian.com di seputar Vredeburg. Di tempat yang sama tengah berlangsung Festival Kuliner Yogyakarta yang juga dihadiri oleh Bondan Winarno, budayawan yang menjadi presenter acara kuliner paling kondang di Indonesia saat ini. Begitu sarat orang di Vredeburg saat itu. Teman-teman baruku – djogdja kemudianers – ternyata jauh lebih muda ketimbang aku. Untunglah datang Mr.Jay, seorang eksekutif yang sebaya denganku. Jadi aku merasa tidak tua sendiri di antara Benz, Toni, Yoyok, Dilla, dan Naela. Terima kasih buat teman-teman atas perjumpaan pertama kita kemarin. Semoga masih bakal ada pertemuan selanjutnya yang lebih meriah dan bermakna bagi kita. Sorenya aku sempat ngobrol dengan Herlinatiens dan dikasih buku ‘Nabi Tanpa Wahyu’ yang selama ini kukira hanya dipinjamkannya. Trims.

Senin malam kuikuti rapat rutin di masjid lingkungan tempat tinggalku. Selasa malam (26/8) aku nonton “Momotaro” persembahan Teater Gamelan Marga Sari dari Osaka Jepang di TBY. Sebuah pertunjukan yang menarik dan sangat layak diapresiasi. Sebelumnya aku sempat ngobrol dengan teman-teman SMA via YM, juga ketemu mbakku dan ponakan-ponakan kecilku di rumahnya. Tapi aku tak bertemu sahabatku yang akan kuajak nonton “Momotaro” karena sedang mengantar anaknya yang sedang sakit. Cuma kutemui istrinya dan anak perempuannya yang masih bayi.
Rabu malam (27/8) aku datang ke sebuah tempat baru – Yayasan Umar Kayam – mengikuti cara ngobrol bareng Ayu Utami. Cuma Mr.Jay teman yang kutemui, padahal sebelumnya kuduga bakal kutemui teman-temanku di situ. Namun malam itu aku bisa ketemu lagi dengan saudara-saudaraku terdekatku di Warungboto dan bisa makan enak pula. Cukup banyak kebersamaan yang kurasakan pula di bulan Agustus. Selain membahagiakan hati, pastinya juga bermakna positif bagiku, kusyukuri pula adanya.

Sudah lama aku tak mengutak-atik foto menjadi wallpaper. Aku tertarik lagi melakukannya dan jadilah dua wallpaper anyar bergambar Dian Sastro. Hasilnya bisa dilihat http://wallpapersoflou.blogspot.com. Oya, sejak Juli lalu telah kupasang empat lagu karyaku di http://luhursatya.multiply.com/music. Silakan bagi siapa saja yang sudi menyimaknya. Mohon maklum jika kurang baik hasilnya, baik lagunya, pengiringnya, suara penyanyinya, maupun kualitas rekamannya.

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Uncategorized No Comments »

Setiap Agustus tiba, selalu saja ada yang berbeda dalam keseharian kita. Ada acara kerja bakti membersihkan lingkungan, lalu memasang bendera merah putih dan umbul-umbul bersama-sama. Ada pula banyak lomba yang melibatkan seluruh warga dalam beragam usia. Selalu ada saat-saat menggembirakan, seiring rasa syukur kita pada Ilahi atas sebuah nikmat kemerdekaan. Tapi juga selalu ada suara-suara kritis bertanya, benarkah kita benar-benar sudah merdeka? Jawabannya kembali pada masing-masing warga bangsa, yang pasti tak sama satu dengan lainnya. Memang tidak pernah bisa puas merupakan hal yang manusiawi. Sudah begitu banyak anugerah Allah swt, bukannya disyukuri, bisa jadi kita malah menjadi orang yang kufur. Memang hidup di dunia tentu saja senantiasa sarat dengan masalah yang tiada habisnya.

Tapi dengan segala kerusakan, kebobrokan, dan ketidakberesan yang terjadi di negara kita, mestinya kita masih bisa mensyukuri bahwa setidaknya tiada desing peluru dan ledakan bom di sekitar kita. Sementara untuk saudara-saudara kita di Palestina, hal itu masih menjadi makanan sehari-hari mereka hingga kini. Tentu masih banyak kenikmatan lainnya - dampak positif sebuah kemerdekaan - yang harus selalu disyukuri. Cara kita bersyukur adalah dengan terus berupaya menjadikan hari ini lebih baik daripada kemarin, dan hari esok mesti lebih apik ketimbang hari ini. Ketika sadar memiliki sesuatu, maka kita bisa berbagi pada saudara, teman, atau tetangga kita yang paling dekat. Sekadar berbagi senyuman atau cerita kebahagiaan pun bisa menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang lain. Marilah kita selalu berdoa, berkarya nyata, berpikir positif, dan memelihara harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kata Tagore : Hidup adalah tantangan, hadapilah. Hidup adalah anugerah, terimalah. Hidup adalah petualangan, berjuanglah. Hidup adalah tragedi, tuntaskanlah. Hidup adalah tugas, laksanakanlah. Hidup adalah cita-cita, capailah. Hidup adalah kesempatan, ambillah. Hidup adalah misteri, singkapkanlah. Hidup adalah kasih sayang, bergembiralah. Hidup adalah keindahan, bersyukurlah. Hidup adalah jiwa, sadarilah. Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah. Semoga Allah swt selalu meridhai kita. Amin. Dirgahayu Indonesia !

Tulisan ini menjadi salah satu materi Buletin Tamtama edisi ke-7. Versi digitalnya dapat disimak di www.buletintamtama.wordpress.com

Cerita Sebuah Perjalanan

Uncategorized No Comments »

Rabu pekan lalu (6/8) kutempuh sebuah perjalanan di atas roda empat yang cukup jauh bersama saudara-saudaraku. Ratusan kilometer, belasan kota, mendung, panas, hujan, pagi, siang, petang, malam tuntas dilewati dalam sehari. Kami berangkat jam 6.30 pagi dan sampai di Jogja lagi sekitar jam satu dini hari. Hari itu kami pergi ke Brebes, setelah hari sebelumnya dikabari bahwa ada kerabat kami yang wafat. Beliau adalah Bu Yati, adik sepupu almarhum Bapak yang pernah menjadi pengasuhku dan kakakku ketika kami masih sangat kecil. Bu Yati adalah sosok perempuan lugu yang selalu tulus dan begitu baik hati. Beliau juga seorang yang sangat tangguh, sabar, dan tegar, kendati tubuhnya kecil. Ketika masih muda, Bu Yati sudah ditinggal meninggal suaminya. Setelah beranjak tua, kelima anak lelakinya justru lebih dahulu dipanggil Ilahi. Tak terbayang begitu berat cobaan-Nya untuk seorang Bu Yati sesungguhnya, yang ternyata tetap tenang menjalani itu semua. Sampai akhirnya ajalnya tiba pada sebuah senja pekan lalu. Semoga Allah swt menempatkannya di tempat yang terbaik, menerima segala amal kebaikannya, dan mengampuni segenap dosa kesalahannya. Amin.

Menyapa Andrea Hirata dan Riri Riza

Kabar  Tagged , , , , , , No Comments »

Sesudah dari jauh belaka melihat sosok Sri Sultan HB X, Garin Nugroho, dan
Jajang C Noer, hampa asaku bertemu orang terkenal lainnya. Tapi
beberapa saat kemudian, ketika aku tengah bercengkrama dengan kakakku
dan anak-anaknya, malah ada Andrea Hirata tak jauh di belakangku.
Setelah dia selesai menandatangani trilogi Laskar Pelangi milik
penggemarnya, aku pun menyalami dan menyapanya, “Mas Andrea ya?”
Dengan ramah dia menjawab sapaku, “Ya. Nonton film, yuk.” Sayang,
aku tak bisa memenuhi ajakannya. Tapi aku tetap terkesan Sabtu sore
(9/8) itu. Baru malam sebelumnya kulihat penulis hebat itu di Kick
Andy. Tak kuduga bisa segera menjumpainya di alam nyata.

Senin malam (11/8) aku sedang bertugas mengambil jimpitan di lingkungan
tempat tinggalku, ketika di seberang jalan kulihat sosok yang tak
asing dalam dunia sinema Indonesia. Langsung saja kusapa dia, “Riri
Riza ya?” Lelaki keriting berkaca mata itu menyahutku, “Iya…”
Hanya sempat kutanya tidurnya di mana, ternyata di hotel sebelah
rumah tetanggaku. Selanjutnya kulihat dia duduk menekuni laptopnya di
sebuah kafe, tak jauh dari tempat kami bertemu.

Sejujurnya, banyak hal yang ingin kutanyakan pada Andrea Hirata dan Riri Riza, tapi tak tercetus ketika aku menyuarakan kata. Terlalu mengejutkan bagiku
bertemu mereka tanpa kusangka-sangka. Tapi aku setidaknya telah
mengerti, betapa mereka dengan kehebatannya yang membuat mereka
dipuja-puji banyak orang, ternyata tetap rendah hati, ramah, dan
membumi. Buktinya, mereka sudi menjawab sapa dari orang biasa, yang
pasti tak mereka kenal sama sekali. Aku belum sanggup menerjemahkan,
pertanda apakah aku bisa menyapa Andrea Hirata dan Riri Riza dalam
sekian hari saja? Lalu, kira-kira siapa lagi orang terkenal yang
bakal kutemui lagi dan kusapa jua mereka? Aku mesti latihan berpikir
lebih cepat supaya mampu mendapatkan kata-kata yang bermakna dari
siapa saja orang terkenal yang kujumpai nanti. Rabu siang (13/8)
kemarin kulihat film karya Djenar Maesa Ayu, lantas sejenak mengikuti
obrolan santai bersama sang sutradara sekaligus penulis cerita itu.
Tapi aku sekadar menyimaknya dan tak menyapanya.

Asal Mula Tangga Nada

Uncategorized No Comments »

Sebagaimana
telah diakui oleh sarjana Barat maupun Timur, ternyata seorang muslim
berdarah Arablah yang memperkenalkan tangga nada atau not
do-re-mi-fa-sol-la-si. Bunyi-bunyi itu diambil dari huruf-huruf Arab
: dal, ra, mim, fa, shad, lam, dan sin.

Adalah
Hasan ibn Nafi’ -yang lebih dikenal dengan nama Ziryab- yang
mula-mula menemukannya. Ia berasal dari Irak, murid Ishaq
al-Maushuli, seorang musisi dan biduan kenamaan di istana Harun Al
Rasyid. Ziryab tiba di Cordova Spanyol pada tahun pertama
pemerintahan Abdul Rahman Il al-Ausath.

Kepiawaiannya
dalam seni musik dan tarik suara sangat mengesankan dan berpengaruh
hingga kini. Bahkan ia dikenal pula sebagai peletak dasar musik
Spanyol modern.

(Hidayah)

NB:

Tulisan ini rencananya bakal menjadi salah satu materi Buletin Tamtama terbaru. Silakan kunjungi pula versi digitalnya di www.buletintamtama.wordpress.com .

Jerawat di Jidat

Puisi  Tagged , No Comments »

(1)

Terpampanglah jelas sudah

Ada dua jerawat di jidat

Entah sebuah pertanda apakah

Itu sesuatu yang di luar adat

Mungkin ada kerinduan yang tertahan

Namun benarkah tertuju padanya

Tiada yang dapat memastikan

Bisa jadi tak berarti apa-apa jua

Duhai jerawat di jidat

Sudilah kiranya kalian enyah

Segera pergi saja cepat

Biar tak lagi keruh ini wajah

8-7-2008

(2)

Sementara yang lama belum jua pergi

Malah berhamburan lagi teman-temannya

Langsung mengisi kekosongan di sektor kiri

Hingga berkuranglah ruang terbuka

Tidak perlulah ada spekulasi

Biar saja tetap di situ

Lambat laun pasti bakal pergi

Toh, mereka hanya tinggal sementara waktu

Rasanya tiada beban di hati

Justru karena jerawat di jidat

Terejawantah sebuah lagi puisi

Yang sekarang telah tersurat

16-7-2008

Ikhtisar Paruh Pertama 2008

Uncategorized No Comments »

Mengulangi apa yang kulakukan setahun silam, kucoba
membuat ikhtisar atas apa yang terjadi dalam hidupku sepanjang Januari hingga
Juni 2008. Pasti kuingat untuk selalu bersyukur pada Ilahi karena masih bersatu
jiwa ragaku di muka bumi hingga detik ini. Menjadi gembiraku dapat berjumpa kembali
dengan sejumlah teman lamaku, dari SD, SMP, SMA, hingga saat kuliah. Secara
informal aku telah menjalani reuni ketika bertemu dengan mereka lagi. Beberapa
di antara mereka akhirnya malah berteman baik denganku, padahal dulu kami
mungkin sekadar mengenal nama. Sempat ada kerabatku yang berduka kehilangan
anak bungsunya, juga ada teman-temanku yang ayah dan kakeknya wafat. Aku sudah
merasakan duka pula ketika pada paruh pertama 2007 lalu melepas kepergian Ibu
dan Eyang Putri untuk selama-lamanya. 

Sebuah cerpenku akhirnya dimuat di Horison edisi
Februari. Masih tetap sabar kunanti melihat karya sastraku dimuat di
koran-koran Minggu dan majalah lainnya, seraya tetap terus menulis tentunya.
Sementara itu tiga buah tulisanku di Bolavaganza pun mendatangkan rezeki
tersendiri bagiku. Sejak Mei lalu aku telah memiliki blog anyar di blogger,
yaitu : luhursatya.blogspot.com yang menjadi wadah apresiasi
seniku, lousatyabudi.blogspot.com yang memuat koleksi
puisiku, dan wallpapersoflou.blogpsot.com
yang berisi hasil keisenganku bermain-main dengan foto format jpg, coreldraw,
dan photoshop. Selain itu juga sudah ada loushevaon7.wordpress.com yang materinya memang
seperti gado-gado, tapi intinya semua merupakan hasil pikiran, perasaan, dan
pengetahuanku yang terungkap dalam tulisan. Beberapa tulisan terakhirku tentang
sepakbola Euro 2008 yang berlangsung bulan Juni juga dimuat di bolanova.com
. Aku juga masih ikut dalam komunitas penulis di kemudian.com
dengan nama ‘loushevaon7’ yang membuatku banyak mendapat kenalan anyar yang
menyenangkan dan apresiatif. 

Sejak Januari hingga Mei aku sempat menjadi bagian
dari tim Embun, sehingga sempat berkali-kali ke Solo dan sempat dua hari berada
di Dieng. Hal itu menjadi pengalaman baru pula dalam hidupku. Beragam peristiwa
yang mengisi hari, beragam makna pun memperkaya benak, jiwa, dan hati. Puji
syukur pada Ilahi dapat kusadari begitu nikmat dan indahnya hidup ini. Semoga
bakal kian apiklah hari-hariku mendatang. Amin.

Daya Tarik

Curhat  Tagged , , , 4 Comments »

Dua kali dia SMS yang perlu jawabanku. Padahal dahulu kami sebatas tersenyum, sekarang beda aliran, dan dia bahagia dalam harmoni keluarganya.

Yang lain tiba-tiba SMS jam 11 malam. Mungkin mumpung dia ingat atau karena urusan pekerjaan dia sering melakukannya. Tapi tetap tak lazim dan aku heran, bagaimana dia tahu aku masih terjaga? Aku memang merasa ada ‘chemistry’ setiap bicara dengannya.

Lantas ada perempuan lain yang sepertinya telah menjadi pemerhati dan pengagumku. Tapi dia sering memperhatikan banyak orang, jadi tak anehlah.

Sayang, mereka yang terkena daya tarikku hanya mungkin menjadi sahabatku. Dan yang bisa lebih daripada itu, di manakah kau sayang?


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in