Tanpa Puisi
Curhat Tagged dua tahun, Ibu wafat, Satu Rindu No Comments »Sebulan lalu tak kusuratkan apa pun ketika tepat dua tahun berlalu sejak wafatnya Ibunda. Berbeda dengan setahun silam yang sempat kujadikan puisi ‘Sebatas 16’ demi mengenang kepergian selamanya perempuan tersayangku. Tentu bukan maksudku untuk tak mengingat lagi sosok Ibu, namun barangkali sudah biasa saja rasanya setelah dua tahun menjalani waktu tanpa dirinya lagi di dunia ini.
Tetap terlalu banyak kenangan tentang Ibu yang tak mungkin terhapus dari benak dan kalbuku. Dan tatkala kudengarkan lagu ‘Satu Rindu’ seraya ikut menyanyikan lirik ‘terbayang satu wajah penuh cinta, penuh kasih … terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan…’ pecah lagi kantung air mataku…
Ya Allah, semoga Ibu hamba baik-baik saja di alam sana dan semoga hamba mampu menjadi anak shalih bagi dirinya. Amin…
(1 Februari 2009)