Each moment of the year has its own beauty. (Ralph W. Emerson)

Belum lama berselang telah terjadi lagi pergantian tahun. Tiada salahnya mengenang apa yang berkesan dalam hidupku sepanjang tahun lalu. Selama beberapa pekan aku sempat menjadi bagian dari tim Embun, sehingga berkali-kali aku ke pabrik di luar kota Solo dan sempat dua hari berada di Dieng. Dimuatnya cerpenku di Horison jelas sesuatu yang berharga. Jika sehabis itu belum ada cerpenku yang dimuat di mana pun, aku percaya masalah momentumnya saja yang belum tiba. Bolavaganza berbaik hati memuat tujuh tulisanku dalam enam edisinya sepanjang setahun dan membuatku memiliki hal-hal baru. Buletin Tamtama versi cetak dapat kurilis sembilan edisi dari total 10 nomor terbitan tahun pertamanya. Versi digitalnya pun telah kubuat di wordpress, jadi pembacanya bisa lebih luas. Belum kutahu pasti apakah buletin itu masih akan berlanjut di tahun keduanya atau tidak. Blog pribadiku semakin variatif materinya, termasuk ada lagu dan wallpaper hasil rekaanku sekarang.

Aku senang dapat ketemu lagi dengan begitu banyak teman sekolahku dahulu. Beberapa di antaranya malah sempat dan masih akrab denganku hingga kini. Ada pula teman-teman baru kudapatkan sepanjang 12 bulan itu. Ketika bisa kusapa dan kutemui orang-orang terkenal di bidang seni pun merupakan hal istimewa yang kualami. Sempat ada duka ketika kerabatku (Dik Yuli Wistowo dan Ibu Yati) berpulang ke Rahmatullah.

Kusyukuri senantiasa segala nikmat karunia Ilahi dan kusesali seraya mohon ampunan-Nya atas dosa kesalahanku yang sudah mengotori catatan kehidupanku. Kesalahan masa lalu adalah kebijaksanaan dan keberhasilan masa depan, begitu kata T. Edwards. Insya Allah, di tahun 2009 segala sesuatunya kian apik dan elegan. Amin.

Selamat Tahun Baru.